Porselen Cetakan Sarung Tangan Berkilap-kilap di Tengah Resesi

Deli Serdang, 17 Desember 2020 – Dengan tema resilience in pandemic dalam Bisnis
Indonesia Award 2020, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) menyandang dua
penghargaan prestisius sekaligus yaitu The Most Promising Company in Basic Industry and
Chemicals dan Rising Star CEO yang diberikan khusus untuk Ridwan Goh selaku CEO MDI.

Dengan produksi sebanyak 800 ribu pcs per bulan, Mark adalah produsen cetakan sarung
tangan berbahan porselen terbesar di dunia yang berdomisili di Sumatera Utara. Bisnis unik
yang digeluti membuat Mark menjadi satu-satunya pemain domestik. Tetapi itu tidak
membuat Mark menjadi spesial. Perusahaan cetakan sarung tangan ini harus bersaing ketat di
panggung internasional. Mengingat produsen sarung tangan terbesar di dunia adalah
Malaysia, kompetitor Mark juga banyak yang berdomisili di Malaysia.

Rata-rata perusahaan khusus cetakan sarung tangan di Malaysia hanya mempunyai
kapasitas produksi 70-200 ribu pcs/bulan. Sebagai contoh, Vaytech Ceramic Formers Sdn.
Bhd yang berlokasi di Selangor, Malaysia memiliki kapasitas terinstalasi sebesar 70 ribu
pcs/bulan. Perusahaan Jepang yang beroperasi di Malaysia, SHINKO Ceramics (M) Sdn Bhd,
dapat memproduksi sebanyak 200 ribu pcs/bulan. Angka-angka ini menunjukkan seberapa
dominan posisi Mark di pasar internasional.

Di masa kesulitan ini, Mark malah berhasil terus membukukan kenaikan total penjualan
hingga Rp 345M sampai kuartal III 2020, pertumbuhan sebesar 29% dari periode yang sama
tahun sebelumnya. Marjin laba kotor sebesar 43% ini menunjukkan seberapa efisien Mark
dalam menjalankan bisnis. Dengan angka tersebut, Mark merupakan salah satu perusahaan
dengan Marjin kotor tertinggi di Industri Dasar dan Kimia. Laba bersih perseroan kuartal III
yang sebesar Rp 90M, diproyeksi akan menembus angka Rp 130M di akhir tahun ini.

Terlebih lagi, disaat banyak perusahaan sangat konservatif untuk bertahan hidup, Mark
sendiri akan menggelontorkan lebih kurang Rp 200M untuk pembangunan pabrik baru kedua
diatas lahan sekitar 9 hektar di Dalu Sepuluh, Tanjong Morawa. Konstruksi telah dimulai di
awal Desember 2020 dan diperkirakan akan rampung di kuartal III 2021. Ridwan percaya
bahwa ekspansi ini akan membawa Mark semakin terdepan di industri cetakan sarung tangan.
“Kami menargetkan untuk mencapai total kapasitas produksi sebanyak 1,4 juta pcs/bulan
mulai dari paruh kedua tahun depan”, ungkapnya. Ini semua menjustifikasi dengan jelas
kenapa penghargaan prestisius The Most Promising Company in Basic Industry and
Chemicals secara khusus diberikan kepada Mark dalam acara Bisnis Indonesia Award 2020.

Pencapaian luar biasa tersebut pastinya tidak lepas dari tangan dingin seorang Ridwan
Goh yang menjabat sebagai CEO. Ridwan sendiri telah meniti karir di Mark Dynamics
selama 12 tahun. Dimulai dari Marketing Manager, Ridwan didorong untuk mendongkrak
penjualan perusahaan yang saat itu masih sangat kecil. Dengan pertumbuhan yang kencang,
Ridwan kemudian di promosikan sebagai General Manager dan ditargetkan untuk melakukan
efisiensi besar-besaran. Hasil kerja keras tersebut membawa beliau untuk menduduki jataban
sebagai orang nomor satu di perusahaan pada tahun 2018. Dengan pertumbuhan penjualan
sekitar 20% per tahun dalam 10 tahun dan beroperasi dengan marjin laba kotor 43%, ini
menunjukkan kepiawaian Ridwan dalam memimpin perusahaan.

Mengetahui perusahaan dipimpin oleh CEO millennial yang memiliki segudang pencapaian
ini, para investor pun sumringah telah berinvestasi di saham MARK yang IPO di 2017.
Bagaimana tidak, saham MARK sendiri hingga saat ini telah naik setidaknya 1000% sejak
IPO. Warren Buffett, investor tersukses di dunia, selalu menekankan pentingnya berinvestasi
pada perusahaan luar biasa yang dikelola oleh manajemen yang berkompeten di bidangnya
dan berintegritas. Menoreh penghargaan Rising Star CEO dalam acara Bisnis Indonesia
Award 2020 adalah sebuah pencapaian yang pantas dibanggakan oleh seorang Ridwan Goh
yang pada tahun ini terpilih sebagai ketua Asosiasi Emiten Indonesia Sumatera Utara.
Tidak hanya penghargaan tersebut mencerminkan kompetensi beliau, tetapi jauh lebih penting
adalah integritas menjadi seorang pemimpin. “Saya tentunya senang diberikan penghargaan
ini. Saya juga ingin memberikan apresiasi tertinggi saya kepada semua rekan kerja yang telah
membantu dan mendukung saya sampai sekarang. Perlu diingat, Mark Dynamics bukanlah
one man team, semua hasil ini adalah kerja keras bersama untuk memberikan hasil yang
memuaskan kepada seluruh stakeholders”, ungkap CEO berusia 37 tahun tersebut. Ini bukan
kali pertama Ridwan menerima penghargaan Rising Star CEO. Di awal tahun ini, beliau juga
menerima penghargaan yang sama dalam acara IDX Channel Innovation Award 2020.