Penyebaran Virus Corona Membuat Permintaan Mark Dynamics Indonesia (MARK) Melonjak

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kebutuhan masker dan sarung tangan medis sedang melejit menyusul wabah virus corona atau 2019-nCoV dan antisipasi penyebarannya. Salah satu emiten pemasok molding atau cetakan sarung tangan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) juga mendapat berkah setelah mengalami lonjakan permintaan meski tidak signifikan.

Kabarnya, Pemerintah Malaysia akan mengirimkan bantuan ke Wuhan dengan menyumbangkan 18 juta eksemplar sarung tangan medis. Seperti diketahui Malaysia adalah produsen sarung tangan global terbesar. Adapun pemasok molding atau cetakan sarung tangan yang cukup besar ke Malaysia adalah PT Mark Dynamics Indonesia Tbk.

Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengungkapkan, untuk saat ini lonjakan permintaan cetakan sarung tangan atau molding sudah ada namun belum begitu signifikan.

Baca Juga: Mark Dynamics (MARK) targetkan penjualan dan laba bersih tumbuh dua digit tahun ini

“Hal ini disebabkan untuk cetakan sarung tangan sendiri dampak lonjakannya akan terasa pada saat produsen sarung tangan sudah mulai meningkatkan kapasitas produksinya. Namun tahap meningkatkan kapasitas juga memerlukan waktu,” kata dia kepada Kontan.co.id, Senin (3/2).

Walau begitu, Ridwan memastikan dampak lonjakan permintaan ini akan lebih cepat dibanding dengan  adanya wabah virus sebelumnya.

Ridwan memprediksikan dengan kondisi mewabahnya virus ini, maka   kesadaran akan kesehatan semakin tinggi, terutama di negara-negara berkembang dan ke depannya akan meningkatkan permintaan sarung tangan global

Di tengah lonjakan permintaan yang serta-merta ini, Ridwan menjelaskan sejauh ini bahan baku cetakan sarung tangan masih bisa dipenuhi oleh pemasok.

Adapun bila ke depannya terjadi peningkatan kebutuhan, Ridwan menyatakan MARK sudah melakukan antisipasi dengan memberikan proyeksi peningkatan permintaan kepada pemasok-pemasok MARK dan sejauh ini diakui Ridwan responnya masih bisa  teratasi.

Adanya lonjakan permintaan bahan baku menurut Ridwan pengaruhnya terhadap harga tidak terlalu signifikan. Adapun hingga saat ini harga produk yang dijual juga belum ada kenaikan.

Ridwan menjelaskan hal ini karena bahan baku produk MARK bukan merupakan kategori jenis  barang yang rentan terhadap fluktuasi harga. Adanya lonjakan permintaan ini diakui Ridwan bisa memberikan kontribusi positif pada perolehan pendapatan di kuartal I 2020.