MARK Terus Meningkatkan Pangsa Pasar Perseroan Ke Beberapa Sektor

Deli Serdang, 07 Juli 2020 – Seperti diketahui, MARK telah mengumumkan keterbukaan
informasi publik terkait rencana corporate action perseroan mengakuisisi PT Berjaya Dynamics
Indo (BDI) yang merupakan induk usaha dari PT. Agro Dynamics Indonesia (ADI). Sebelum
rencana akuisisi ini, seperti disebutkan pada keterbukaan informasi bahwa BDI memiliki
kepemilikan di ADI sebesar 66,73 % dan setelah proses akuisisi ini maka BDI akan menambah
kepemilikan di ADI menjadi sebesar 99,9 %, yang dananya berasal dari setoran modal MARK
sebagai pemegang saham baru di BDI.

Transaksi akuisisi ini merupakan upaya Perseroan dalam rangka pengembangan usaha Perseroan.
Perseroan memandang strategi pengembangan usaha melalui pengambilalihan perusahaan yang
bergerak dalam bidang peralatan pertanian, perkebunan dan sejenisnya yang dinilai memiliki
prospek usaha yang baik. Dengan melakukan rencana transaksi akuisisi diharapkan akan
memberikan peluang kepada Perseroan untuk berinvestasi dan mengkapitalisasi potensi yang ada
dalam industri pertanian khususnya peralatan pertanian serta memaksimalkan sinergi yang dapat
tercipta dari pengembangan usaha tersebut secara efektif sehingga dapat meningkatkan pangsa
pasar Perseroan, papar Ridwan Goh, Presiden Direktur Perseroan.

Sebelum rencana akuisisi ini BDI memiliki total aset secara konsolidasi sebesar Rp 53,2 miliar,
sedangkan ADI sendiri memiki total aset Rp 46 miliar. ADI selama ini bergerak dibidang
distribusi alat-alat pertanian seperti peralatan sprayer dan juga produk seperti herbisida, ethepon
(penyubur) yang diperlukan oleh industri pertanian dan juga perkebunan. Industri pertanian
merupakan industri yang penting di Indonesia, penyumbang PDB terbesar setelah manufaktur.
Berdasarkan data BPS di Q3 2019, kontribusi sektor pertanian sebesar 13,45% pada PDB
Indonesia, menempati posisi kedua setelah sektor manufaktur yang memiliki kontribusi sebesar
19,62%. Dari sumber BPS disebutkan juga bahwa kementan mengalokasikan dan Rp 1,1 triliun
untuk anggaran alat-alat pertanian.

Berdasarkan data Indonesia Agriculture Equipment Market, industri alat pertanian diproyeksikan
tumbuh dengan  CAGR sekitar 6 % mulai dari 2019 sampai dengan 2025. Adapun pangsa pasar
alat pertanian dan produk herbisida bagi ADI sendiri masih terbuka luas. Hal ini terlihat dari
pertumbuhan penjualan ADI di 2017 sebesar 66% dibanding di tahun 2016, begitu juga di tahun
2018 penjualan bertumbuh sebesar 33% dan di tahun 2019 pertumbuhannya sebesar 54%.

Di tahun 2020 ini, dimana dalam situasi wabah Covid-19, produk ADI yang berupa alat sprayer
menjadi laku keras yang mana penggunaannya tidak hanya untuk pertanian tetapi juga sudah
meluas untuk penyemprotan anti septic untuk gedung-gedung, rumah sakit dan tempat-tempat
umum lainnya. Target laba dari ADI di 2020 ini sebesar Rp 12 miliar diharapkan optimis akan
tercapai.

Dengan akuisisi ini nantinya pangsa pasar BDI dan ADI tidak hanya di sektor pertanian akan
tetapi juga akan masuk ke sektor sanitary ware yang berupa produk kloset. Konsumsi produk kloset di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun yang rata-rata kenaikannya pertahun
sekitar 20%. Konsumsi produk kloset secara nasional di perkirakan sudah mencapai 3 juta unit di
tahun 2019. Sehingga kami mentargetkan pertumbuhan penjualan BDI secara konsolidasi
sebesar 25%, ungkap Ridwan Goh.

Jadi dengan akuisisi ini sejatinya akan menambah nilai perseroan dan membuka peluang
perseroan untuk dapat meningkatkan lagi pundi pundi pendapatannya.