MARK Menggenjot Kapasitas Produksi Secara Agresif Sebesar 47% Di Tahun 2021

Tanjung Morawa, 13 Agustus 2020 – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (“MARK”), emiten yang
bergerak dalam pembuatan produk porselen cetakan sarung tangan yang akan digunakan untuk
medis, rumah tangga dan industri manufaktur. Perseroan berdomisili di Kawasan Industri Medan
Star, Deli Serdang Sumatera Utara akan menggenjot kapasitas produksinya secara agresif sebesar
47% yaitu 12.000.000 unit per tahun di tahun 2021 untuk mengakomodir permintaan yang tinggi.

Seiring meningkatnya kebutuhan sarung tangan di tengah pandemi Covid-19 yang sedang merebak
di berbagai Negara, dan dinyatakannya sebagai pandemi global oleh organisasi kesehatan dunia
WHO, telah meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya kesehatan. Hal ini
mengakibatkan melonjaknya permintaan sarung tangan di tingkat global dan juga mengakibatkan
cukup pesatnya pertumbuhan pabrik sarung tangan di Negara Amerika Serikat, China dan Afrika
Selatan. Kondisi ini berimbas adanya permintaan cetakan sarung tangan dengan kapasitas produksi
yang besar dan tentunya ini berdampak positif bagi MARK  sebagai pemasok 35% pasar cetakan
sarung tangan karet di dunia.

Tren permintaan sarung tangan sepuluh tahun terakhir konsisten dengan pertumbuhan CAGR
sebesar 10% sampai 12% dan ditengah pandemi Covid-19 telah mengalami peningkatan hingga
25%, sehingga permintaan sarung tangan dunia telah melebihi kapasitas produksi yang tersedia.
Kapasitas produksi Perseroan yang semula 700.000 unit per bulan di tahun 2020 tidak mencukupi
permintaan cetakan sarung tangan yang begitu agresif sehingga saat ini, mulai kuartal III tahun 2020
Perseroan meningkatkan kapasitasnya menjadi 780.000 unit per bulan.

Saat ini  MARK telah mengoperasikan dua pabrik. Pabrik utama berada di Tanjung Morawa yaitu di
Kawasan Industri Medan Star dan pabrik baru yang berada di Jalan Utama Dusun I Desa X-A,
Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara. Dengan proyeksi permintaan pasar dan guna
memenuhi permintaan yang selalu meningkat tersebut, Perseroan akan meningkatkan kapasitasnya
produksinya sebagai berikut :

Tahun 2021 sebanyak 1.000.000 unit per bulan
Tahun 2022 sebanyak 1.200.000 unit per bulan
Tahun 2023 sebanyak 1.300.000 unit per bulan
Tahun 2024 sebanyak 1.400.000 unit per bulan.

Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh menyampaikan bahwa kapasitas diproyeksikan akan tumbuh
dengan CAGR sebesar >16% sampai tahun 2024 sesuai dengan proyeksi permintaan pasar. Dimana
pabrik baru MARK saat ini masih hanya ter-utilisasi sebesar 40% sehingga MARK dapat
meningkatkan lagi kapasitasnya untuk memenuhi permintaan tanpa anggaran CAPEX yang besar.

Perencanaan Proyek MARK dalam lima tahun kedepan sebagaimana digambarkan pada grafik
dibawah ini.

Pertumbuhan  kapasitas produksi perseroan tidak hanya berdampak pada peningkatan laba akan
tetapi juga memiliki efek positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Saat ini perseroan sudah
menyiapkan penambahan tenaga kerja baru dimana dalam situasi pandemi ini banyak sekali unit
usaha yang terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja. Perseroan juga dalam hal ini terus
berupaya untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dengan terus memperhatikan prosedur
protokol kesehatan.
Selain itu perseroan juga terus berinovasi dan melakukan diversifikasi produk. Salah satu strategi
inovasi perseroan adalah memanfaatkan sisa bahan baku produk utama perseroan menjadi produk
yang bernilai tambah yaitu produk sanitary berupa produk kloset yang sudah bisa di produksi di
akhir tahun ini.
Dengan demikian Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh menyampaikan Perseroan akan mencapai
margin yang lebih baik seiring dengan meningkatnya kapasitas produksi perseroan. Prospek Bisnis
MARK terus menjanjikan, sebut Ridwan Goh.