MARK Mempertahankan Kinerja Positifnya di Tengah Situasi Pandemi Covid-19 pada Kuartal I Tahun 2020

Medan, 29 Mei 2020 – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (“MARK”), emiten yang bergerak
dalam pembuatan produk porselen cetakan sarung tangan yang akan digunakan untuk medis,
rumah tangga dan industri manufaktur. Perseroan berdomisili di Kawasan Industri Medan
Star, Deli Serdang Sumatera Utara berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 96,81 miliar
pada kuartal I tahun 2020 yang meningkat sebesar 9,94 % jika dibandingkan dengan kuartal I
tahun 2019 sebesar Rp 88,06 miliar.

Laba kotor Perseroan pada kuartal I tahun 2020 naik sebesar 6,98 % menjadi Rp 40,83 miliar
jika dibandingkan dengan kuartal I tahun 2019 sebesar Rp 38,17 miliar. Pencapaian yang
diraih oleh MARK merupakan keberhasilan Perseroan menjaga tingkat efisiensi serta
mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan. Hal ini terlihat dari
keberhasilan Perseroan menjaga margin laba kotor di 42,18 % dengan nilai sebesar Rp 40,84
miliar.

Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh menyampaikan bahwa kinerja yang positif membuat
Perseroan mampu mempertahankan laba di kuartal I tahun 2020. Laba ini didukung dengan
strategi produksi dan efisiensi Perseroan sepanjang kuartal I tahun 2020 di tengah pandemi
Covid-19,” sebut Ridwan.

Sejak munculnya Virus Corona di Wuhan China pada Desember 2019 dan mewabahnya virus
tersebut di beberapa negara sehingga dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO telah
meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya kesehatan. Permintaan cetakan
sarung tangan Perseroan pada kuartal I belum mengalami kenaikan yang begitu signifikan
dikarenakan masih banyaknya persediaan cadangan yang dimiliki oleh perusahaanperusahaan

yang bergerak pada pembuatan sarung tangan. Virus Corona diprediksikan akan
berlangsung berkepanjangan dan tentunya akan mendongkrak permintaan sarung tangan
global pada kuartal II. Tren yang sama terjadi saat virus SARS mewabah pada tahun 2002
dan 2003, permintaan sarung tangan global saat itu meningkat dari 12 % menjadi 16 % yang
dimana konsumsi sarung tangan secara global bertumbuh secara konsisten dengan CAGR 8
hingga 10 % per tahun.

Di sisi lain, Malaysia sebagai produsen sarung tangan karet terbesar di dunia telah
menetapkan kebijakan lockdown di masa pandemi Covid-19. Pada awal penetapan kebijakan
lockdown, Pemerintah Malaysia hanya mengizinkan perusahaan yang bergerak di bidang
alkes untuk beroperasi dengan syarat hanya memperkerjakan tenaga kerjanya sebesar 50 %.
Oleh karena itu, MARK sebagai pemasok 35 % pasar cetakan sarung tangan karet di dunia,
dengan pasar utama Malaysia, dimana sekitar 65 % penjualan MARK berasal dari ekspor ke
Malaysia memutuskan untuk menurunkan kapasitas produksi menjadi 600.000 pieces per
bulan selama kurun waktu dua bulan dengan mengurangi jam lembur karyawan untuk
mendukung program physical distancing.

Namun, Malaysia telah melonggarkan peraturan lockdown dimana menurut surat tertanggal
27 Maret kepada para anggota Asosiasi Produsen Sarung Tangan Karet Malaysia,
Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri (MITI) mengizinkan pabrik-pabrik
sarung tangan kembali beroperasi penuh mulai 1 April dengan syarat-syarat yang ketat untuk
tetap memenuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Maka dari itu, saat ini karyawan MARK yang bekerja di pabrik lama telah dipindahkan
sebagian ke pabrik perseroan yang baru di Jalan Utama Desa Dalu Sepuluh A dengan luas
lahan berkisar 8 hektare. Hal ini tentunya membuat program physical distancing terpenuhi
dikarenakan area kerja yang lebih luas sehingga pada kuartal II kapasitas produksi perseroan
akan kembali normal”, jelas Ridwan.

Perseroan yang sahamnya tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia sejak Mei 2019 ini
mampu mempertahankan kinerja positifnya di tengah situasi Covid-19 ini. Dicatat dalam
kurun waktu tiga tahun terakhir, Perseroan secara berturut-turut mengalami kenaikan profit
yang signifikan. Saat ini hampir seluruh negara dilanda pandemi Covid-19 yang berdampak
secara global pada dunia bisnis, namun Perseroan tetap optimis dapat mempertahankan
kinerja positifnya di tengah situasi Covid-19 di tahun 2020 ini.

Total Aset Meningkat 10,93 %

Pertumbuhan kinerja operasional yang dicapai Perseroan pada tahun kuartal I tahun 2020
berjalan seiring dengan peningkatan kinerja keuangan dimana Total Aset Perseroan
meningkat sebesar 10,93 % menjadi Rp 489,49 miliar per 31 Maret 2020 dibandingkan
dengan Rp 441,25 miliar per 31 Desember 2019. Aset Lancar mengalami peningkatan
sebesar 18,13 % dengan nilai sebesar Rp 271,61 miliar per 31 Maret  2020 dibandingkan
dengan Rp 229,92 miliar per 31 Desember 2019. Sementara peningkatan Aset Tidak Lancar
sebesar 3,10 % dengan nilai Rp 217,88 miliar per 31 Maret 2020 jika dibandingkan dengan
Rp 211,33 miliar per 31 Desember 2019. Peningkatan juga terjadi pada posisi Ekuitas
Perseroan sebesar Rp 322,26 miliar per 31 Maret 2020 dibandingkan dengan Rp 299,02
miliar per 31 Desember 2019.

Tabel Ringkasan Kinerja Operasional

KinerjaOperasional (dalam Rupiah)

Q1 – 2020 (Rp) Q1 – 2019 (Rp) %
Penjualan 96.815.016.470 88.060.958.012 9,94
BebanPokokPenjualan 55.978.911.507 49.887.598.025 12,21
LabaKotor 40.836.104.963 38.173.359.987 6,98
LabaBersih 23.423.738.902 23.047.240.788 1,63