Mark Dynamics Cetak Laba Rp 45,11 Miliar

Jakarta  – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membukukan peningkatan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 23,5% menjadi Rp 45,11 miliar hingga semester I-2019, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 36,54 miliar. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan sebanyak 13,1% dari Rp 155,45 miliar menjadi Rp 175,80 miliar.

Presiden Direktur Mark Dynamics Ridwan Goh mengatakan, peningkatan kinerja didukung atas pertumbuhan permintaan cetakan sarung tangan keramik. “Secara global pertumbuhan permintaan masih terjadi dan terbuka pasar baru. Hal ini berimbas pada pencapaian kinerja kami sebagai pemasok utama cetakan sarung tangan keramik,” ujarnya melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (31/7).

Kontributor penjualan terbesar berasal dari pasar ekspor mencapai 92,3% atau Rp 162,30 miliar terhadap total pendapatan. Sedangkan sisanya disumbangkan penjualan domestik sebesar 7,7% atau Rp 13,50 miliar.

Perseroan juga berhasil menjaga tingkat biaya yang ditunjukkan dengna margin laba kotor mencapai 44,2%, sehingga total laba kotor perseroan naik menjadi Rp 77,74 miliar. Beban operasional perseroan tercatat Rp 16,54 miliar dengan rasio beban operasional terhadap penjualan sebesar 9,4%.

“Pencapaian kinerja operasional perseroan masih sejalan dengan proforma kinerja yang disampaikan dalam laporan tahunan 2018, yaitu peningkatan penjualan sebesar 12% dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 22%,” terangnya.

Hal yang paling menarik, ungkap Ridwan, Mark Dynamics mencetak kenaikan aset sebesar 28,7% menjadi Rp 409,55 miliar hingga akhir Juni 2019, dibandingkan akhir 2018 senilai Rp 318,08 miliar. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa perseroan sedang melakukan ekspansi bisnis, baik memasuki pasar baru dan akuisisi perusahaan.

Dia menjelaskan, perseroan juga sedang menjajaki ekspor produk ke Sri Lanka dan India, selain Tiongkok dan Vietnam yang sudah dirambah tahun ini. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan laba bersih menjadi Rp 100 miliar tahun 2019. “Dengan PE sebesar 20 kali dan margin keuntungan sebesar 26%, perseroan merupakan perusahaan dengan prospek yang menarik,” terangnya.