MARK Bukukan Peningkatan Laba 132%

MedanBisnis – Tanjungmorawa. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mengumumkan laporan keuangan konsolidasian periode yang berakhir 31 Desember 2017. Perseroan berhasil menorehkan kinerja terbaik dengan mencatatkan peningkatan laba tahun berjalan mencapai 132% yakni menjadi Rp 49,2 miliar dibandingkan tahun 2016.

Direktur MARK Ridwan mengatakan, pencapaian kinerja tersebut cukup menggembirakan di tengah upaya pihaknya yang terus melakukan berbagai upaya peningkatan di berbagai bidang.

Disebutkan Ridwan, pada awal tahun 2017, produsen cetakan sarung tangan karet itu menargetkan laba sebesar Rp 32 miliar. Tetapi berkat kinerja perseroan yang positif sepanjang tahun 2017, maka emiten dengan kode MARK tersebut berhasil melampaui target laba tersebut yakni meraih laba Rp 49,2 miliar.
Peningkatan perolehan laba yang cukup signifikan itu, menurut Ridwan, didukung oleh meningkatnya produktivitas setelah perseroan mengaplikasikan mesin-mesin otomatis yang sudah diinvestasikan sebelumnya.

Perseroan, kata Ridwan, terus melakukan up-grade mesin-mesin produksi yang ditargetkan rampung pada semester II tahun 2018.

Ridwan menerangkan, hal yang tidak kalah penting dalam menopang peningkatan kinerja keuangan perseroan adalah pengembangan SDM yang mampu membawa dampak positif dalam meningkatkan efisiensi biaya (cost).
Berdasarkan data research dari Malaysian Rubber Glove Manufactures Association (Margma), konsumsi sarung tangan karet dunia terus meningkat rerata berkisar 8%-10% per tahun. Hal ini membawa dampak postif bagi pengembangan bisnis perseroan.

Tercatat, realisasi produksi cetakan sarung tangan MARK sepanjang tahun 2017 mencapai 5,01 juta pieces. Produksi tersebut meningkat 22,6% dibandingkan tahun 2016 yang  mencapai 4,08 juta pieces.

Sekitar 90% produksi MARK dipasarkan ke sejumlah negara di antaranya Malaysia yang merupakan tujuan ekspor terkemuka. Sisanya, 10% dari total produksi MARK dipasarkan di dalam negeri. Malaysia, merupakan produsen sarung tangan terbesar di seantero jagad dengan pangsa mencapai 63%.
Pada saat ini, MARK sedang berupaya meningkatkan kapasitas produksi mencapai sekitar 540.000 pieces/bulan untuk menguasai 55% pangsa pasar dunia.

Jumlah produsen cetakan sarung tangan karet di dunia tercatat  10 perusahaan. Di Indonesia MARK menjadi satu-satunya produsen cetakan sarung tangan karet.

Saat ini pembeli terbesar produk cetakan sarung tangan karet yang diproduksi MARK yakni Hartalega (Malaysia) yang menjadi produsen sarung tangan karet terbesar sejagad. Hartalega memesan 450.000 pieces cetakan sarung tangan, namun MARK hanya mampu mensuplai 300.000 pieces.