Inovasi Menjadi Kunci Mark Meraih Sukses

Medan—Berpredikat sebagai produsen cetakan sarung tangan terbesar di dunia tidak menghentikan langkah PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. dalam berekspansi dan berinovasi menghasilkan produk kualitas terbaik dunia.

Satu per satu hambatan diurai dan ditemukan solusinya melalui inovasi. Harga bahan bakar gas yang tinggi dan memiliki porsi hingga 9% dari cost produksi,disiasati oleh Mark dengan memproduksi dan memformulasi seluruh bahan baku secara mandiri.

Dari semula membeli formula bahan baku yang telah jadi,melalui aktivitas research and development dalam 4 tahun terakhir, kini Mark mampu emproduksi bahan baku sendiri. Hasilnya, cost produksi mampu ditekan turun hingga 15%.

Kualitas bahan baku yang terkontrol dengan baik berdampak pada peningkatan kualitas produk cetakan sarung tangan. Tak aneh jika di 2018 ini Mark kembali mendapat konsumen besar baru dari Malaysia.

“Research and Development kami lakukan sesuai dengan spesifikasi kebutuhan konsumen. Hasilnya, konsumen eksisting sulit untuk beralih ke kompetitor, karena detil produk yang mereka butuhkan hanya diproduksi oleh Mark”,ujarnya Ridwan Chief Executive Officer PT Mark Dynamics Indonesia Tbk.

Tak berhenti disitu, pada semester II/2018 Mark akan memulai fase produksi secara automation. Berbekal teknologi asal Eropa, produktivitas ditargetkan meningkat,  rejection menurun dan kualitas produk terjaga konsistensinya.

Pada tahap pertama, Mark akan menguji coba penggunaan 1 mesin automation dalam memproduksi cetakan sarung tangan. Jika seluruh proses berjalan lancar, Mark akan menerapkan di seluruh lini produksi.

“Dengan automation ini dari semula 1 lini produksi dioperasikan oleh 9 orang, kini cukup 2 operator. Automation akan menjaga konsistensi kualitas produk, menurunkan rejection, mengurangi material buangan dan akhirnya menaikkan profit dari saat ini sekitar 30% per tahun”, ujar Ridwan.

Inovasi tak berhenti pada tahap ini. Pada tahun depan, Mark akan memulai proyek pembangunan pabrik produk sanitari diwilayah Sumatra Utara. Pabrik produk sanitari ini akan dioperasikan oleh perusahaan yang 100% dimiliki oleh Mark Dynamics Indonesia. Sesuai rencana perusahaan, pabrik sanitari akan berada di lahan seluas 10 hektar dengan belanja modal yang dibutuhkan Rp150 miliar. Pabrik ini dipastikan menambah pundi-pundi profit Mark Dynamics Indonesia.

Pasalnya, bahan baku atas pembuatan produk sanitari khususnya closet duduk dan jongkok ini salah satunya berasal dari material sisa bahan baku cetakan sarung tangan. Dengan demikian Mark akan mengimplementasikan program zero waste.

“Bahan baku produk sanitari ini 20% berasal dari material sisa cetakan sarung tangan dan 80% berasal dari dalam negeri. Dengan demikian harga yang ditawarkan ke pasar berdaya saing sangat tinggi”, tutur Ridwan.

Berdasarkan hasil riset Mark Dynamics Indonesia, produsen produk sanitari dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Terjadi kekurangan pasokan 3 juta – 4 juta unit closet setiap tahunnya. Akibatnya, produk impor beredar didalam negeri.

Pada tahap awal, pada 2020 Mark merencanakan target produksi sekitar  30.000 unit/bulan produk sanitari berkualitas tinggi. Kemudian pada 2021 kapasitas produksi akan menjadi 60.000 unit/bulan atau 720.000 unit/tahun.

“Harga jual yang kami tawarkan untuk closet duduk dan jongkok jauh lebih murah dari yang beredar di pasar, namun dengan kualitas yang sangat baik. Akhirnya, profitabilitas Mark Dynamics Indonesia akan terus meningkat.