MARK akan Gandeng Eropa Tingkatkan Bisnis

Semester I, Bukukan Laba Rp 15,739 Miliar

MedanBisnis – Medan
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), emiten produsen cetakan sarung tangan yang bermarkas di Kawasan Industri Medan Star, Kabupaten Deliserdang menyusun langkah akan menggandeng salah satu perusahaan dari Eropa tahun 2018 untuk meningkatkan bisnis perseroan.

Kerjasama tersebut dimaksudkan untuk sharing dan  improvement skill  dan  tek- nologi  khususnya pada  bidang riset dan pengembangan serta   machiner y guna meningkatkan efisiensi  biaya dan  produk- tivitas  perseroan. Rencana aksi  korporasi tersebut terungkap dalam siaran pers yang diteken Presiden Direktur MARK Yeoh Sek Boon dan  Direktur Ridwan yang diterima MedanBisnis, Sabtu  (30/9).

Langkah tersebut dimaksudkan untuk menangkap peluang bisnis  yang  muncul dari  tren   kesadaran masyarakat yang semakin peduli pada higienis makanan dan medis yang mendorong peningkatan penggunaan sarung tangan. Kemudian, kesadaran terhadap penyakit menular seperti H1N1, bioterrorism, anthrax dan  dengan adanya healthcare regulation seperti OSHA di Amerika Serikat, EU-OSHA di Eropa dan SESI  di  Brasil,  membuat penggunaan sarung tangan menjadi sebuah kebutuhan akan  berdampak kepada perseroan. Untuk diketahui, MARK merupakan salah  satu produsen pembuat cetakan sarung tangan spesialis nitrile di pasar dunia.

Prospek bisnis  tersebut, kata  Ridwan, seturut dengan data  Food   and  Drugs  Ad- ministration (FDA)  yang  menyebutkan, penggunaan sarung tangan powler  ke sarung tangan powder free  paling  lambat sampai akhir 2016 guna  mengurangi efek alergi  pada  kulit,  khususnya di  sarung tangan nitrile yang  memaksa negara berkembang seperti Amerika Selatan dan China  untuk meningkatkan kesadaran kesehatan dengan meningkatnya penggunaan sarung tangan.

Dengan meningkatnya permintaan sarung tangan nitrile, akan  meningkatkan permintaan orderan handformer.

Untuk menangkap peluang bisnis  tersebut, maka tahun  2018  MARK  akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 530.000 pcs/bulan. Target produksi tersebut  sejatinya menjadi proyeksi tahun 2019,  namun akan  direalisir lebih  awal yakni 2018.

Laba  Meningkat 167,76%

Pada  bagian lain Ridwan menyebutkan, kinerja keuangan MARK pada  semester I 2017. Disebutkan, MARK sebagai salah satu emiten produsen cetakan sarung tangan (handformer) dengan prospek menarik membukukan penjualan kotor Rp 105,79 miliar pada semester pertama 2017. Kinerja penjualan tersebut naik  tipis  sekitar 5,5% dibandingkan periode serupa 2016 sebesar Rp 100,61 miliar.

Sedangkan beban pokok penjualan, MARK membukukan penurunan yang cukup signifikan yakni sekitar 18,05% dibanding semester I 2016 yakni menjadi Rp 72,02 miliar dibanding Rp 87,88 miliar. Hal ini berdampak positif terhadap performa finansial perseroan.

Pada semester I-2016, laba MARK setelah pajak tercatat Rp 5,878 miliar dan semester I 2017 menjadi Rp 15,739 miliar atau meningkat 167,76%. Performa MARK melesat berkat strategi operasi yang baik yang antara lain ditopang improvement di bidang managemen pengawasan yang menyebabkan penurunan rejection.

Kedua berkat inovasi pada mesin produksi dengan menggunakan mesin hi-tech untuk  meningkatkan produktivitas.

Selain itu, untuk semester pertama 2017 ini, perseroan membukukan kinerja keuangan yang cukup baik dibandingkan periode yang sama 2016.

Kinerja dimaksud tercermin dari total aset yang tumbuh sekitar 6,41% yakni dari Rp 170,94 miliar menjadi Rp 181,9 miliar dan jumlah ekuitas tumbuh 19,52% dari Rp 80,62 miliar menjadi Rp 96,36 miliar.

Sumber:Surat Kabar Medan Bisnis (Senin,02 Oktober 2017)

Laba Mark Dynamics melonjak 167,66%

iVOOXid, Jakarta – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp105,79 miliar untuk semester pertama tahun ini. Dari segi beban pokok penjualan, tahun ini perseroan juga membukukan penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar 18 persen,​ dibandingkan dengan semester I-2016.

Hal ini tentunya berdampak positif terhadap performa finansial Perseroan. Bila dibandingkan dengan semester l-2016, laba comprehensive semester I-2017 meningkat 2 kali lipat menjadi Rp15,74 miliar dari sebelumnya Rp5,8 miliar di semester I-2016.

“Capaian ini ditopang dengan improvement di bidang management control yang menyebabkan penurunan ini process rejection, kemudian inovasi mesin produksi dengan menggunakan mesin hi-tech untuk meningkatkan, produktivitas,” bilang Direktur Mark Dynamics Indonesia, Ridwan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (2/10/2017).

MARK juga membukukan nilai total aset yang tumbuh 6,4 persen menjadi Rp181,9 miliar, dan jumlah ekuitas tumbuh 19,52 persen meniadi Rp96,36 miliar.

Sementara itu, dengan meningkatnya demand sarung tangan nitrile, akan meningkatkan orderan handformer. MARK akan meningkatkan kapasitas produksi di tahun 2018 menjadi 530 pcs per bulan, di mana target produksi tersebut merupakan proyeksi target di tahun 2019 akan diterapkan di 2018.

“Target kami di 2018 terus akan melakukan improvement dengan penambahan mesih hi-tech untuk efisiensi biaya. Untuk mewujudkan hal tersebut, direncanakan akan menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan di Eropa untuk sharing dan improvement skill and technology di bidang R&D dan machinery,” pungkas dia.

Seperti yang diketahui, belum lama ini MARK melantai di BEI dan menjadi emiten ke 20 yang mencatatkan saham perdana di tahun 2017.

Sumber:https://ivoox.id/berita-utama/mark-dynamics-bukukan-pendapatan-rp1059-miliar/

Mark Dynamics genjot produksi tahun depan

JAKARTA. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mempersiapkan sejumlah rencana bisnis ke depan. Apalagi dengan meningkatnya permintaan sarung tangan nitril yang berbanding lurus dengan permintaan handformer.

“MARK akan meningkatkan kapasitas produksi tahun 2018 menjadi 530.000 pcs per bulan. Target produksi tersebut merupakan proyeksi tahun 2019 yang akan diterapkan di 2018,” kata Yeoh Sek Boon, Presiden Direktur MARK, dalam siaran pers, Jumat (29/9).

Tahun depan, perusahaan akan terus menggenjot kinerja dengan penambahan mesin hi-tech untuk efisiensi biaya. TMARK berencana menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan di Eropa untuk memperbesar sektor riset dan pengembangannya.

Pada semester I-2017, MARK membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 105,79 miliar, naik 5,14% dari periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp 105,78 miliar.

 

Sumber:http://investasi.kontan.co.id/news/mark-dynamics-genjot-produksi-tahun-depan