MARK Mempertahankan Kinerja Positifnya di Tengah Situasi Pandemi Covid-19 pada Kuartal I Tahun 2020

Medan, 29 Mei 2020 – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (“MARK”), emiten yang bergerak
dalam pembuatan produk porselen cetakan sarung tangan yang akan digunakan untuk medis,
rumah tangga dan industri manufaktur. Perseroan berdomisili di Kawasan Industri Medan
Star, Deli Serdang Sumatera Utara berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 96,81 miliar
pada kuartal I tahun 2020 yang meningkat sebesar 9,94 % jika dibandingkan dengan kuartal I
tahun 2019 sebesar Rp 88,06 miliar.

Laba kotor Perseroan pada kuartal I tahun 2020 naik sebesar 6,98 % menjadi Rp 40,83 miliar
jika dibandingkan dengan kuartal I tahun 2019 sebesar Rp 38,17 miliar. Pencapaian yang
diraih oleh MARK merupakan keberhasilan Perseroan menjaga tingkat efisiensi serta
mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan. Hal ini terlihat dari
keberhasilan Perseroan menjaga margin laba kotor di 42,18 % dengan nilai sebesar Rp 40,84
miliar.

Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh menyampaikan bahwa kinerja yang positif membuat
Perseroan mampu mempertahankan laba di kuartal I tahun 2020. Laba ini didukung dengan
strategi produksi dan efisiensi Perseroan sepanjang kuartal I tahun 2020 di tengah pandemi
Covid-19,” sebut Ridwan.

Sejak munculnya Virus Corona di Wuhan China pada Desember 2019 dan mewabahnya virus
tersebut di beberapa negara sehingga dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO telah
meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya kesehatan. Permintaan cetakan
sarung tangan Perseroan pada kuartal I belum mengalami kenaikan yang begitu signifikan
dikarenakan masih banyaknya persediaan cadangan yang dimiliki oleh perusahaanperusahaan

yang bergerak pada pembuatan sarung tangan. Virus Corona diprediksikan akan
berlangsung berkepanjangan dan tentunya akan mendongkrak permintaan sarung tangan
global pada kuartal II. Tren yang sama terjadi saat virus SARS mewabah pada tahun 2002
dan 2003, permintaan sarung tangan global saat itu meningkat dari 12 % menjadi 16 % yang
dimana konsumsi sarung tangan secara global bertumbuh secara konsisten dengan CAGR 8
hingga 10 % per tahun.

Di sisi lain, Malaysia sebagai produsen sarung tangan karet terbesar di dunia telah
menetapkan kebijakan lockdown di masa pandemi Covid-19. Pada awal penetapan kebijakan
lockdown, Pemerintah Malaysia hanya mengizinkan perusahaan yang bergerak di bidang
alkes untuk beroperasi dengan syarat hanya memperkerjakan tenaga kerjanya sebesar 50 %.
Oleh karena itu, MARK sebagai pemasok 35 % pasar cetakan sarung tangan karet di dunia,
dengan pasar utama Malaysia, dimana sekitar 65 % penjualan MARK berasal dari ekspor ke
Malaysia memutuskan untuk menurunkan kapasitas produksi menjadi 600.000 pieces per
bulan selama kurun waktu dua bulan dengan mengurangi jam lembur karyawan untuk
mendukung program physical distancing.

Namun, Malaysia telah melonggarkan peraturan lockdown dimana menurut surat tertanggal
27 Maret kepada para anggota Asosiasi Produsen Sarung Tangan Karet Malaysia,
Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri (MITI) mengizinkan pabrik-pabrik
sarung tangan kembali beroperasi penuh mulai 1 April dengan syarat-syarat yang ketat untuk
tetap memenuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Maka dari itu, saat ini karyawan MARK yang bekerja di pabrik lama telah dipindahkan
sebagian ke pabrik perseroan yang baru di Jalan Utama Desa Dalu Sepuluh A dengan luas
lahan berkisar 8 hektare. Hal ini tentunya membuat program physical distancing terpenuhi
dikarenakan area kerja yang lebih luas sehingga pada kuartal II kapasitas produksi perseroan
akan kembali normal”, jelas Ridwan.

Perseroan yang sahamnya tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia sejak Mei 2019 ini
mampu mempertahankan kinerja positifnya di tengah situasi Covid-19 ini. Dicatat dalam
kurun waktu tiga tahun terakhir, Perseroan secara berturut-turut mengalami kenaikan profit
yang signifikan. Saat ini hampir seluruh negara dilanda pandemi Covid-19 yang berdampak
secara global pada dunia bisnis, namun Perseroan tetap optimis dapat mempertahankan
kinerja positifnya di tengah situasi Covid-19 di tahun 2020 ini.

Total Aset Meningkat 10,93 %

Pertumbuhan kinerja operasional yang dicapai Perseroan pada tahun kuartal I tahun 2020
berjalan seiring dengan peningkatan kinerja keuangan dimana Total Aset Perseroan
meningkat sebesar 10,93 % menjadi Rp 489,49 miliar per 31 Maret 2020 dibandingkan
dengan Rp 441,25 miliar per 31 Desember 2019. Aset Lancar mengalami peningkatan
sebesar 18,13 % dengan nilai sebesar Rp 271,61 miliar per 31 Maret  2020 dibandingkan
dengan Rp 229,92 miliar per 31 Desember 2019. Sementara peningkatan Aset Tidak Lancar
sebesar 3,10 % dengan nilai Rp 217,88 miliar per 31 Maret 2020 jika dibandingkan dengan
Rp 211,33 miliar per 31 Desember 2019. Peningkatan juga terjadi pada posisi Ekuitas
Perseroan sebesar Rp 322,26 miliar per 31 Maret 2020 dibandingkan dengan Rp 299,02
miliar per 31 Desember 2019.

Tabel Ringkasan Kinerja Operasional

KinerjaOperasional (dalam Rupiah)

Q1 – 2020 (Rp) Q1 – 2019 (Rp) %
Penjualan 96.815.016.470 88.060.958.012 9,94
BebanPokokPenjualan 55.978.911.507 49.887.598.025 12,21
LabaKotor 40.836.104.963 38.173.359.987 6,98
LabaBersih 23.423.738.902 23.047.240.788 1,63

Pasien PDP & Positif Suspect Covid-19 bertambah di SUMUT, PT. Mark Dynamics Indonesia, Tbk (MARK) Salurkan Bantuan Sebesar 1 Milyar Rupiah

Deli Serdang, 18 Mei 2020 – Mark menyalurkan bantuan penanganan Covid-19 pada
beberapa institusi di wilayah Deli Serdang – Medan. Bantuan tersebut diberikan dalam
bentuk APD Masker sebanyak 52.600 pcs yang terdiri dari Masker 3ply sebanyak 36.000 pcs
dan Masker N95 sebanyak 16.600 pcs. Bantuan masker tersebut didistribusikan Mark pada
Kantor Bupati Deli Serdang sebanyak 13.500 pcs masker 3ply, pada Kepolisian Resor Deli
Serdang sebanyak 13.500 pcs, pada Petugas Pelayanan Bea Cukai Non WFH sebanyak 9.000
pcs, pada RSUD Deli Serdang sebanyak 8.300 pcs masker N95, dan terakhir kepada RSUP
Haji Adam Malik sebanyak 8.300 pcs masker N95.

President Direktur Mark, Bapak Ridwan Goh menuturkan pemberian bantuan masker ini
sebagai bentuk kepedulian Mark kepada petugas pemerintahan yang harus terus berkontribusi
memberikan pelayanan terbaik demi kestabilan ekonomi nasional di tengah-tengah terus
bertambahnya pasien PDP dan suspect positif Covid 19 di wilayah SUMUT berdasarkan data
covid19.sumutprov.go.id per 17 Mei 2020. Saat ini dapat dikatakan hampir tidak ada jaminan
kapan wabah pandemi ini dapat berakhir, satu-satunya jalan keluar adalah perlunya kesadaran diri sendiri seluruh masyarakat untuk tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19
dimanapun berada. Jika tidak, maka yang rugi adalah semua elemen bangsa sendiri.

Penyerahan Bantuan ini langsung diterima oleh Bapak Bupati Deli Serdang, Bapak H Ashari
Tambunan dan Bapak Kapolresta Deli Serdang, KomBes Pol Yemi Mandagi, SIK di Kantor
Bupati Deli Serdang pada 17 Mei 2020. Dalam sambutannya, Bapak Ashari Tambunan
menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Mark dan Bapak Ridwan Goh yang senantiasa
aktif dalam kegiatan CSR Deli Serdang, dimana sampai saat ini bantuan Mark merupakan
bantuan terbesar dari sisi jumlah nilai yang diterima Kabupaten Deli Serdang dari perusahaan
yang berdomisili di Kabupaten Deli Serdang. Bapak Ashari juga mendoakan agar Mark yang
dipimpin Bapak Ridwan Goh selalu maju berkembang dan senantiasa dilindungi oleh Tuhan.
Di samping itu, Bapak KomBes Pol Yemi Mendagi,SIK menyampaikan agar pelaku usaha
juga jangan sungkan-sungkan untuk terus berkontribusi memberikan bantuan penanganan
Covid-19 sebagai bentuk dukungan moril pada petugas dilapangan untuk senantiasa
memberikan layanan kamtibmas terbaik di tengah-tengah wabah pandemi Covid-19 yang saat
ini melanda sehingga dapat terus menjaga kestabilan ekonomi nasional.

MARK RAIH LABA BERSIH RP 88 MILIAR, PROSPEK BISNIS PERSEROAN TERUS MENJANJIKAN

Medan, 15 Mei 2020 – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (“MARK”), emiten yang bergerak dalam
pembuatan produk porselen cetakan sarung tangan yang akan digunakan untuk medis, rumah tangga
dan industri manufaktur. Perseroan berdomisili di Kawasan Industri Medan Star, Deli Serdang
Sumatera Utara berhasil memperoleh laba bersih pada tahun 2019 sebesar Rp 88,00 miliar yang
meningkat sebesar 7,45 %  jika dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp 81,90 miliar.

Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh menyampaikan bahwa kinerja yang positif membuat
Perseroan mampu meningkatkan laba bersih di tahun 2019. “Peningkatan laba ini didukung dengan
meningkatnya produktivitas Perseroan sepanjang 2019,” sebut Ridwan.
Peningkatan laba bersih ini sebagai akibat dari peningkatan Penjualan Perseroan pada tahun 2019
sebesar 11,08 % menjadi Rp 361,54 miliar jika dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar   Rp 325,47
miliar.

Pencapaian yang diraih oleh MARK merupakan keberhasilan Perseroan menjaga tingkat efisiensi
serta  mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan. Hal ini terlihat dari
keberhasilan Perseroan menjaga margin laba kotor sebesar 43.26% dengan nilai sebesar Rp 156,42
miliar.

Berdasarkan data Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA) pertumbuhan
permintaan kebutuhan global hingga 300 Miliar sarung tangan di tahun 2019. Masih berdasarkan dari
MARGMA bahwa kebutuhan sarung tangan khusus industri di dunia, rata-rata naik 8% sampai 10%
setiap tahunnya. Tentunya hal ini berdampak positif bagi MARK sebagai emiten pemasok molding
atau cetakan sarung tangan di Indonesia. Volume produksi Perseroan meningkat sebesar 12,21%
menjadi 7.182.812 pieces di tahun 2019 dibandingkan dengan 6.400.711 pieces di tahun 2018.

Kenaikan permintaan cetakan sarung tangan ini otomatis akan mendorong kinerja Perseroan lebih
positif. Saat ini Perseroan menguasai pangsa pasar cetakan sarung tangan kesehatan sebesar 35% di
dunia.

Guna memenuhi permintaan yang selalu meningkat, Perseroan memaksimalkan utilisasi pabrik dari
saat ini rata-rata 95% menjadi sekitar 96% sampai 97%. Perseroan telah mengoperasikan dua pabrik
yang berada di Tanjung Morawa yaitu pabrik utama di Kawasan Industri Medan Star dan pabrik baru
di Jalan Utama Dusun I Desa X-A, Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara. Dikarenakan
adanya investasi di pabrik baru yang mulai beroperasi di kuartal III/2019 tersebut, hal ini berpengaruh
pada pencapaian laba di tahun 2019 tidak se-agresif dari tahun-tahun sebelumnya.
Saat ini hampir seluruh Negara dilanda wabah virus covid 19, namun Perseroan tetap optimis dapat
mempertahankan kinerja positifnya di tengah situasi covid 19 di tahun 2020 ini.

Total Aset Meningkat 38,72 %

Pertumbuhan kinerja operasional yang dicapai Perseroan pada tahun 2019 berjalan seiring dengan
peningkatan kinerja keuangan dimana Total Aset Perseroan meningkat sebesar 38,72% menjadi Rp
441,25 miliar per 31 Desember 2019 dibandingkan dengan Rp 318,08 miliar Per 31 Desember 2018.
Aset Lancar mengalami peningkatan sebesar 41,79% dengan nilai sebesar Rp 229,92 miliar per 31
Desember 2019 dibandingkan dengan Rp 162,15 miliar per 31 Desember 2018. Sementara
peningkatan Aset Tidak Lancar sebesar 35,53% dengan nilai Rp 211,33 miliar per 31 Desember 2019
jika dibandingkan dengan Rp 155,93 miliar per 31 Desember 2018.

Peningkatan juga terjadi pada posisi Ekuitas Perseroan sebesar Rp 299,02 miliar per 31 Desember
2019 dibandingkan dengan Rp 237,74 miliar per 31 Desember 2018. Peningkatan Ekuitas terjadi
menyusul tercapainya peningkatan Saldo Laba Ditahan sebesar Rp 200,39 miliar per 31 Desember
2019 dibandingkan dengan posisi Rp 138,99 miliar per 31 Desember 2018. “Pertumbuhan berkualitas
dan berkelanjutan akan tetap dijaga Perseroan”,ungkap Ridwan.

Tabel Ringkasan Kinerja Operasional
Kinerja Operasional (dalam Rupiah)

2019 (Rp) 2018 (Rp) %
Penjualan 361.544.998.431 325.472.602.675 11,08
BebanPokokPenjualan 205.122.192.818 180.359.260.969 13,73
LabaBruto 156.422.805.613 145.113.341.706 7,79
LabaOperasional 118.687.394.019 111.210.294.119 6,72
LabaBersih 88.002.544.534 81.905.439.662 7,45

MARK Bantu Warga Terdampak Covid-19

Menurut siaran pers yang diterima medanbianisdaily.com, pembagian paket sembako dilakukan di kantor cabang perseroan di Jalan Utama Desa Dalu Sepuluh A Tanjung Morawa Deliserdang Senin (20/4/2020).

Paket bantuan itu merupakan bagian dari kegiatan corporate social responsibility (CSR) perseroan yang diserahkan Presiden Direktur MARK Ridwan Goh didampingi direktur lainnya yakni Sutiyoso dan Cahaya Surbakti.

Paket bantuan terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, mie instan, dan lainnya diterima simbolis oleh Kepala Desa Dalu Sepuluh A Sugianto, SH MH.untuk didistribusikan kepada 150 rumah tangga yang bermukim di Dusun I dan Dusun VI.

Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengatakan, bantuan tersebut merupakan bantuan tahap pertama yang diberikan perseroan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat dampak pandemi Covid-19.

Kata Ridwan Goh, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) untuk mendistribusikan satu kontainer masker bedah yang akan disumbangkan kepada rumah sakit, kantor pemerintah, dan pihak-pihak yang sangat membutuhkan.

“Rencananya pembagian masker akan dilakukan bulan Mei nanti,” ungkap Ridwan Goh.

Dia mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini perseroan. masih beroperasi untuk membantu negara menjaga kestabilan ekonomi yang mengalami konraksi tajam.
Namun dalam melakukan operasional perseroan menerapkan protokol dan aturan yang digariskan mencegah pandemi Covid-19.

Di antaranya, mengedukasi karyawan mengenai “Gerakan Melawan Covid-19”, menerapkan sosial distancing dan physical distancing, memeriksa suhu tubuh karyawan maupun tamu yang akan masuk ke lingkungan perusahaan, menyediakan pencucian tangan di pintu masuk perusahaan, penyemprotan ruangan menggunakan disinfektan secara berkala serta seluruh karyawan diwajibkan menggunakan masker.

Warga Dusun Dalu Sepuluh mengapresiasi kepedulian sosial pimpinan PT MARK Ridwan Goh kepada masyarakat khususnya yang bermukim di lingkungan sekitar perusahaan.

“Atas nama Pemerintahan Desa Dalu Sepuluh A kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk yang telah membantu masyarakat Desa Dalu Sepuluh A yang ekonominya terdampak wabah pandemi Covid-19. Ini sesuatu yang sangat membanggakan buat kita dan juga berarti bagi masyarakat sekitar,” kata Sugianto.

Dia berharap bantuan itu bisa membantu meringankan beban masyarakat di sekitar khususnya Dusun I dan Dusun VI Desa Dalu sepuluh A.

“Kami juga mengapresiasi Bapak Ridwan Goh yang selalu aktif dalam kegiatan sosial walaupun cabang perusahaan ini belum lama beroperasi di sini”, kata Sugianto.

Mark Dynamics akan Buyback Maksimal Rp 15 Miliar

Perusahaan cetakan sarung tangan kesehatan, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) senilai sebanyak-banyaknya Rp 15 miliar.

MARK adalah salah satu emiten produsen cetakan sarung tangan (handformer) dengan kapasitas terbesar di dunia dan berkantor pusat di Tanjung Morawa, Medan – Sumatera Utara terdaftar sebagai Emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Juli 2017.

Dalam hal ini, emiten yang memiliki kode saham MARK tersebut menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk untuk melakukan buyback saham perseroan. Adapun buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia pada periode 23 Maret 2020 hingga 23 Juni 2020.

“Buyback tersebut akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh manajemen MARK. Yang pasti, pembeliannya akan dilakukan pada harga yang merujuk pada ketentuan yang berlaku.”, jelas Ridwan Goh dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Senin (23/3).

Rencananya, dana yang akan digunakan untuk buyback sebanyak-banyaknya sebesar Rp 15 miliar dengan mengandalkan kas internal perseroan. Jumlah ini sudah termasuk biaya komisi pedagang perantara maupun biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan buyback.

Dalam keterangannya tertulisnya, Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh menjelaskan bahwa rencana buyback perseroan telah sejalan dengan ketentuan yang berlaku dalam peraturan otoritas jasa keuangan (POJK) menimbang kondisi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta kondisi perekonomian nasional dan regional yang ada.

Seperti diketahui, OJK mengizinkan semua emiten atau perusahaan publik melakukan pembelian kembali (buyback) saham tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS).

Kebijakan yang bertujuan untuk memberi stimulus perekonomian dan mengurangi fluktuasi pasar tersebut didasari oleh tren penurunan IHSG yang mencapai 18,46% sejak awal tahun hingga surat edaran dikeluarkan, serta kondisi perekonomian nasional dan regional yang mengalami perlambatan seiring merebaknya wabah virus korona (Covid-19) yang diidentifikasi sebagai “kondisi lain” dalam peraturan OJK.

Dengan asumsi maksimum penggunaan dana sebesar Rp 15 miliar, perseroan memproyeksikan ekuitas perseroan akan menjadi sebesar Rp 261,5 miliar, apabila menggunakan laporan keuangan kuartal III 2019.

Perseroan berkeyakinan bahwa buyback yang dilakukan tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perseroan, sebab perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan.

“Berkenaan dengan transaksi tersebut, maka dampak terhadap biaya operasional perseroan tidak akan material, sehingga laba rugi diperkirakan masih sejalan dengan target perseroan,” terang Ridwan Goh.

Penyebaran Virus Corona Membuat Permintaan Mark Dynamics Indonesia (MARK) Melonjak

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kebutuhan masker dan sarung tangan medis sedang melejit menyusul wabah virus corona atau 2019-nCoV dan antisipasi penyebarannya. Salah satu emiten pemasok molding atau cetakan sarung tangan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) juga mendapat berkah setelah mengalami lonjakan permintaan meski tidak signifikan.

Kabarnya, Pemerintah Malaysia akan mengirimkan bantuan ke Wuhan dengan menyumbangkan 18 juta eksemplar sarung tangan medis. Seperti diketahui Malaysia adalah produsen sarung tangan global terbesar. Adapun pemasok molding atau cetakan sarung tangan yang cukup besar ke Malaysia adalah PT Mark Dynamics Indonesia Tbk.

Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengungkapkan, untuk saat ini lonjakan permintaan cetakan sarung tangan atau molding sudah ada namun belum begitu signifikan.

Baca Juga: Mark Dynamics (MARK) targetkan penjualan dan laba bersih tumbuh dua digit tahun ini

“Hal ini disebabkan untuk cetakan sarung tangan sendiri dampak lonjakannya akan terasa pada saat produsen sarung tangan sudah mulai meningkatkan kapasitas produksinya. Namun tahap meningkatkan kapasitas juga memerlukan waktu,” kata dia kepada Kontan.co.id, Senin (3/2).

Walau begitu, Ridwan memastikan dampak lonjakan permintaan ini akan lebih cepat dibanding dengan  adanya wabah virus sebelumnya.

Ridwan memprediksikan dengan kondisi mewabahnya virus ini, maka   kesadaran akan kesehatan semakin tinggi, terutama di negara-negara berkembang dan ke depannya akan meningkatkan permintaan sarung tangan global

Di tengah lonjakan permintaan yang serta-merta ini, Ridwan menjelaskan sejauh ini bahan baku cetakan sarung tangan masih bisa dipenuhi oleh pemasok.

Adapun bila ke depannya terjadi peningkatan kebutuhan, Ridwan menyatakan MARK sudah melakukan antisipasi dengan memberikan proyeksi peningkatan permintaan kepada pemasok-pemasok MARK dan sejauh ini diakui Ridwan responnya masih bisa  teratasi.

Adanya lonjakan permintaan bahan baku menurut Ridwan pengaruhnya terhadap harga tidak terlalu signifikan. Adapun hingga saat ini harga produk yang dijual juga belum ada kenaikan.

Ridwan menjelaskan hal ini karena bahan baku produk MARK bukan merupakan kategori jenis  barang yang rentan terhadap fluktuasi harga. Adanya lonjakan permintaan ini diakui Ridwan bisa memberikan kontribusi positif pada perolehan pendapatan di kuartal I 2020.

PT MARK Salurkan Tali Asih kepada Yapentra

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berbagi tali asih kepada kaum tuna netra yang diasuh Yayasan Pendidikan Tuna Netra (Yapentra) di Jalan Medan-Lubukpakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (23/12/2019). Penyerahan dana tali asih sebesar Rp 60 juta yang bersumber dari dana corporate sosial responsibility (CSR) perseroan dilakukan Presiden Direktur PT MARK Ridwan Goh didampingi Corporate Secretary MARK kepada Jabes Silaban selaku pimpinan Yapentra.

MARK melalui siaran persnya yang diterima wartawan, Selasa (24/12/2019) menyebutkan, penyaluran dana CSR kepada berbagai pihak termasuk kepada Yapentra sudah merupakan program rutin perseroan. Khusus kepada Yapentra yang lokasinya tidak jauh dari pabrik produsen cetakan sarung tangan itu sudah rutin dilakukan sejak tahun 2013 untuk membantu kebutuhan anak-anak tuna netra yang diasuh yayasan tersebut.

Pimpinan Yapentra Jabes Silaban didampingi para pengurus yayasan menyebutkan pada saat ini yayasan tuna netra mengasuh 68 orang anak diasuh 35 tenaga pengasuh.

Ridwan Goh berharap kegiatan penyaluran dana CSR tersebut dapat meningkatkan hubungan silaturrahmi yang lebih baik lagi antara MARK dengan masyarakat sekitar perusahaan.
Kegiatan penyerahan bantuan tersebut hanya berlangsung sekitar selama 15 menit.

Jabes Silaban yang menyambut kehadiran Presiden

Direktur MARK Ridwan Goh dalam acara tersebut memaparkan kegiatan dan program yayasan yang sudah dijalankan dan akan dijalankan pada tahun mendatang.

Ia bersama para pimpinan Yapentra lainnya menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada MARK atas penyaluran bantuan yang telah rutin berjalan selama ini.

PT Mark Dynamics Gelontorkan Rp 8,45 M Bangun Jembatan

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) perusahaan manufaktur yang bermarkas di Kabupaten Deli Serdang peduli serta ikut aktif membangun daerah setempat.

Presiden Direktur PT Mark Dynamics, Ridwan Goh, melalui siaran persnya, Rabu (4/12/2019), menyebutkan, industri cetakan sarung tangan keramik ini sepanjang tahun 2018 menggelontorkan dana Rp8,45 miliar untuk membangun jembatan.

Dia menjelaskan, jembatan dibangun berukuran panjang 40 meter dan lebar 8 meter membentang Sungai Belumai di Desa Dalu X-A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Proses pra pembangunan jembatan, lanjutnya, dimulai dari permohonan izin prinsip yang telah diterbitkan Bupati Deli Serdang sebagaimana tertuang dalam surat Bupati Nomor 630/3978 tanggal 8 November 2018. Permohonan Izin Mendirikan Bangunan yang diterbitkan DPMPPTSP Deli Serdang. Proses konstruksi fisik jembatan telah dituntaskan penyedia jasa konstruksi pada Agustus 2019.

Dijelaskan, sebelum ada jembatan ini, masyarakat Sei Belumai dan pihak lainnya khususnya warga yang tinggal di Kawasan Dusun I, Desa Dalu X-A, jika berpergian menuju kawasan Jalan Sultan Serdang Batang Kuis tempat Bandara Internasional Kualanamu harus keluar masuk melewati/mengitari Jalan Sei Belumai menuju Jalan Raya Meda – Lubuk Pakam baru kemudian dapat masuk melalui pertigaan Batang Kuis Tanjung Morawa.

Tetapi setelah adanya jembatan tersebut masyarakat dapat langsung memiliki akses keluar masuk dari Dusun I Desa Dalu X-A menuju Jalan Sultan Serdang Batang Kuis.

Untuk mendukung prasarana jembatan tersebut perusahaan juga telah membangun fasilitas jalan khusus sepanjang 992 meter yang dibangun dibawah pengawasan perusahaan. Ruas jalan tersebut melintasi tanah aset perseroan, untuk digunakan masyarakat maupun pemerintahan sebagai sarana jalan umum melintasi akses jembatan sepanjang PT Mark Dynamics Indonesia Tbk beroperasi.

Ridwan Goh menyebut perseroan mengharapkan dengan adanya jembatan ini warga Sei Belumai sekitarnya maupun pihak pemerintahan dan keperluan medis tidak lagi menghabiskan waktu dan biaya lebih untuk akses lintas dari Sei Belumai menuju Jalan Sultan Serdang Batang Kuis, dimana terdapat Bandara Internasional Kualanamu, hotel, rumah sakit, apotek, dan pusat-pusat kuliner yang terdapat di Jalan Sultan Serdang Batang Kuis.

Ridwan Goh menegaskan, jembatan tersebut adalah milik masyarakat Sei Belumai dan sekitarnya. Keberadaan jembatan selain sebagai prasarana akses masuk dan keluar operasional perusahaan juga sebagai wujud pengakuan MARK kepada masyarakat sekitar sebagai bahagian dari stakeholder perseroan.

Untuk mengingatkan, MARK mencatatkan sahamnya di BEI tahun 2017 dengan kode emiten MARK. Sejak itu , perusahaan terus berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance dimana tanggungjawab menjadi salah satu unsur dari prinsip-prinsip tersebut.

Beberapa penorehan penghargaan juga berhasil dicatatkan perusahaan pada tahun 2019, seperti penghargaan dari IDX Channel Innovation Awards 2019 dengan kategori The Best Rookie Company, penghargaan dari Bisnis Indonesia dengan kategori emiten terbaik dari sektor industri dasar dan kimia, penghargaan dari CSA Award dengan kategori Emiten Pilihan Analis. Bahkan MARK pada tahun 2018 tercatat sebagai Badan Hukum Pembayar Pajak terbesar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Lubuk Pakam dengan penyumbang pajak senilai Rp30 miliar sehingga tahun 2019 MARK telah dipindahkan ke KPP Madya Medan.

Hingga 2023, Mark Dynamics Targetkan Produksi 1 Juta Cetakan Sarung Tangan

MEDAN – Emiten produsen cetakan sarung tangan di Kawasan Industri Medan Star Sumatra Utara, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) menargetkan produksi satu juta pieces sarung tangan sampai 2023.

Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia, Tbk. Ridwan Goh mengatakan untuk mencapai target tersebut, paling tidak sampai dengan akhir tahun ini produksi ditargetkan bisa mencapai 700.000 pieces per bulan sehingga target tahun depan dapat tercapai.

Ridwan menjelaskan pada 2019 hasil produksi pabrik di Deliserdang sebanyak 98 persen di ekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, China, Srilanka. Malaysia memiliki pangsa pasar paling dominan sebesar 60 persen.

“ Tahun depan [2020], permintaan cetakan sarung tangan dari Malaysia, termasuk China dipastikan naik. Itu sejalan dengan kebutuhan sarung tangan kesehatan meningkat,” kata Ridwansaat manajemen PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Sales Medan mengunjungi pabrik baru perusahaan itu di Desa Dalu X-A Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang Kamis (14/11/2019).

Dia mengatakan MARK juga akan meningkatkan pangsa pasar ekspor ke China mencapai 10 persen -15 persen. Menurunya peningkatan tersebut sejalan dengan banyaknya permintaan di pasar China. Mengacu pada pasar global yang terus membaik, emiten dengan kode saham MARK tersebut meningkatkan pasar di China. Sementara itu, saat ini pangsa pasar ke China baru mencapai 5 persen.

Guna meningkatkan kapasitas produksi dipabrik baru, investasi yang dibutuhkan mencapai Rp200 miliar. Kendati begitu, untuk dibutuhkan tambahan investasi kurang lebih sebanyak Rp100 miliar untuk menambah mesin produksi.

“Kami juga rencana ekspansi ke sanitary wear, di awal tahun sudah masuk mesin, kita akan trial, semoga ini bisa mendongkrak laba perseroan yang semakin tinggi,” katanya.

Sementara itu, Sales Area Head PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN) Medan Saeful Hadi,mengatakan,PT Mark Dynamics Indonesia merupakan salah satu pelanggan industri PGN.

Dia mengatakan pasokan gas ke PT Mark Dynamic itu masing – masing sebanyak 9.900 MMBTU di pabrik lama, sementara di pabrik baru sebesar 2.588 MMBTU. Adapun, PT Mark berlangganan gas PGN sejak tahun 2003 dan yang baru mulai November 2019.