Mark Dynamics akan Buyback Maksimal Rp 15 Miliar

Perusahaan cetakan sarung tangan kesehatan, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) senilai sebanyak-banyaknya Rp 15 miliar.

MARK adalah salah satu emiten produsen cetakan sarung tangan (handformer) dengan kapasitas terbesar di dunia dan berkantor pusat di Tanjung Morawa, Medan – Sumatera Utara terdaftar sebagai Emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Juli 2017.

Dalam hal ini, emiten yang memiliki kode saham MARK tersebut menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk untuk melakukan buyback saham perseroan. Adapun buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia pada periode 23 Maret 2020 hingga 23 Juni 2020.

“Buyback tersebut akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh manajemen MARK. Yang pasti, pembeliannya akan dilakukan pada harga yang merujuk pada ketentuan yang berlaku.”, jelas Ridwan Goh dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Senin (23/3).

Rencananya, dana yang akan digunakan untuk buyback sebanyak-banyaknya sebesar Rp 15 miliar dengan mengandalkan kas internal perseroan. Jumlah ini sudah termasuk biaya komisi pedagang perantara maupun biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan buyback.

Dalam keterangannya tertulisnya, Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh menjelaskan bahwa rencana buyback perseroan telah sejalan dengan ketentuan yang berlaku dalam peraturan otoritas jasa keuangan (POJK) menimbang kondisi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta kondisi perekonomian nasional dan regional yang ada.

Seperti diketahui, OJK mengizinkan semua emiten atau perusahaan publik melakukan pembelian kembali (buyback) saham tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS).

Kebijakan yang bertujuan untuk memberi stimulus perekonomian dan mengurangi fluktuasi pasar tersebut didasari oleh tren penurunan IHSG yang mencapai 18,46% sejak awal tahun hingga surat edaran dikeluarkan, serta kondisi perekonomian nasional dan regional yang mengalami perlambatan seiring merebaknya wabah virus korona (Covid-19) yang diidentifikasi sebagai “kondisi lain” dalam peraturan OJK.

Dengan asumsi maksimum penggunaan dana sebesar Rp 15 miliar, perseroan memproyeksikan ekuitas perseroan akan menjadi sebesar Rp 261,5 miliar, apabila menggunakan laporan keuangan kuartal III 2019.

Perseroan berkeyakinan bahwa buyback yang dilakukan tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perseroan, sebab perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan.

“Berkenaan dengan transaksi tersebut, maka dampak terhadap biaya operasional perseroan tidak akan material, sehingga laba rugi diperkirakan masih sejalan dengan target perseroan,” terang Ridwan Goh.

Penyebaran Virus Corona Membuat Permintaan Mark Dynamics Indonesia (MARK) Melonjak

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kebutuhan masker dan sarung tangan medis sedang melejit menyusul wabah virus corona atau 2019-nCoV dan antisipasi penyebarannya. Salah satu emiten pemasok molding atau cetakan sarung tangan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) juga mendapat berkah setelah mengalami lonjakan permintaan meski tidak signifikan.

Kabarnya, Pemerintah Malaysia akan mengirimkan bantuan ke Wuhan dengan menyumbangkan 18 juta eksemplar sarung tangan medis. Seperti diketahui Malaysia adalah produsen sarung tangan global terbesar. Adapun pemasok molding atau cetakan sarung tangan yang cukup besar ke Malaysia adalah PT Mark Dynamics Indonesia Tbk.

Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengungkapkan, untuk saat ini lonjakan permintaan cetakan sarung tangan atau molding sudah ada namun belum begitu signifikan.

Baca Juga: Mark Dynamics (MARK) targetkan penjualan dan laba bersih tumbuh dua digit tahun ini

“Hal ini disebabkan untuk cetakan sarung tangan sendiri dampak lonjakannya akan terasa pada saat produsen sarung tangan sudah mulai meningkatkan kapasitas produksinya. Namun tahap meningkatkan kapasitas juga memerlukan waktu,” kata dia kepada Kontan.co.id, Senin (3/2).

Walau begitu, Ridwan memastikan dampak lonjakan permintaan ini akan lebih cepat dibanding dengan  adanya wabah virus sebelumnya.

Ridwan memprediksikan dengan kondisi mewabahnya virus ini, maka   kesadaran akan kesehatan semakin tinggi, terutama di negara-negara berkembang dan ke depannya akan meningkatkan permintaan sarung tangan global

Di tengah lonjakan permintaan yang serta-merta ini, Ridwan menjelaskan sejauh ini bahan baku cetakan sarung tangan masih bisa dipenuhi oleh pemasok.

Adapun bila ke depannya terjadi peningkatan kebutuhan, Ridwan menyatakan MARK sudah melakukan antisipasi dengan memberikan proyeksi peningkatan permintaan kepada pemasok-pemasok MARK dan sejauh ini diakui Ridwan responnya masih bisa  teratasi.

Adanya lonjakan permintaan bahan baku menurut Ridwan pengaruhnya terhadap harga tidak terlalu signifikan. Adapun hingga saat ini harga produk yang dijual juga belum ada kenaikan.

Ridwan menjelaskan hal ini karena bahan baku produk MARK bukan merupakan kategori jenis  barang yang rentan terhadap fluktuasi harga. Adanya lonjakan permintaan ini diakui Ridwan bisa memberikan kontribusi positif pada perolehan pendapatan di kuartal I 2020.

PT MARK Salurkan Tali Asih kepada Yapentra

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berbagi tali asih kepada kaum tuna netra yang diasuh Yayasan Pendidikan Tuna Netra (Yapentra) di Jalan Medan-Lubukpakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (23/12/2019). Penyerahan dana tali asih sebesar Rp 60 juta yang bersumber dari dana corporate sosial responsibility (CSR) perseroan dilakukan Presiden Direktur PT MARK Ridwan Goh didampingi Corporate Secretary MARK kepada Jabes Silaban selaku pimpinan Yapentra.

MARK melalui siaran persnya yang diterima wartawan, Selasa (24/12/2019) menyebutkan, penyaluran dana CSR kepada berbagai pihak termasuk kepada Yapentra sudah merupakan program rutin perseroan. Khusus kepada Yapentra yang lokasinya tidak jauh dari pabrik produsen cetakan sarung tangan itu sudah rutin dilakukan sejak tahun 2013 untuk membantu kebutuhan anak-anak tuna netra yang diasuh yayasan tersebut.

Pimpinan Yapentra Jabes Silaban didampingi para pengurus yayasan menyebutkan pada saat ini yayasan tuna netra mengasuh 68 orang anak diasuh 35 tenaga pengasuh.

Ridwan Goh berharap kegiatan penyaluran dana CSR tersebut dapat meningkatkan hubungan silaturrahmi yang lebih baik lagi antara MARK dengan masyarakat sekitar perusahaan.
Kegiatan penyerahan bantuan tersebut hanya berlangsung sekitar selama 15 menit.

Jabes Silaban yang menyambut kehadiran Presiden

Direktur MARK Ridwan Goh dalam acara tersebut memaparkan kegiatan dan program yayasan yang sudah dijalankan dan akan dijalankan pada tahun mendatang.

Ia bersama para pimpinan Yapentra lainnya menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada MARK atas penyaluran bantuan yang telah rutin berjalan selama ini.

PT Mark Dynamics Gelontorkan Rp 8,45 M Bangun Jembatan

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) perusahaan manufaktur yang bermarkas di Kabupaten Deli Serdang peduli serta ikut aktif membangun daerah setempat.

Presiden Direktur PT Mark Dynamics, Ridwan Goh, melalui siaran persnya, Rabu (4/12/2019), menyebutkan, industri cetakan sarung tangan keramik ini sepanjang tahun 2018 menggelontorkan dana Rp8,45 miliar untuk membangun jembatan.

Dia menjelaskan, jembatan dibangun berukuran panjang 40 meter dan lebar 8 meter membentang Sungai Belumai di Desa Dalu X-A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Proses pra pembangunan jembatan, lanjutnya, dimulai dari permohonan izin prinsip yang telah diterbitkan Bupati Deli Serdang sebagaimana tertuang dalam surat Bupati Nomor 630/3978 tanggal 8 November 2018. Permohonan Izin Mendirikan Bangunan yang diterbitkan DPMPPTSP Deli Serdang. Proses konstruksi fisik jembatan telah dituntaskan penyedia jasa konstruksi pada Agustus 2019.

Dijelaskan, sebelum ada jembatan ini, masyarakat Sei Belumai dan pihak lainnya khususnya warga yang tinggal di Kawasan Dusun I, Desa Dalu X-A, jika berpergian menuju kawasan Jalan Sultan Serdang Batang Kuis tempat Bandara Internasional Kualanamu harus keluar masuk melewati/mengitari Jalan Sei Belumai menuju Jalan Raya Meda – Lubuk Pakam baru kemudian dapat masuk melalui pertigaan Batang Kuis Tanjung Morawa.

Tetapi setelah adanya jembatan tersebut masyarakat dapat langsung memiliki akses keluar masuk dari Dusun I Desa Dalu X-A menuju Jalan Sultan Serdang Batang Kuis.

Untuk mendukung prasarana jembatan tersebut perusahaan juga telah membangun fasilitas jalan khusus sepanjang 992 meter yang dibangun dibawah pengawasan perusahaan. Ruas jalan tersebut melintasi tanah aset perseroan, untuk digunakan masyarakat maupun pemerintahan sebagai sarana jalan umum melintasi akses jembatan sepanjang PT Mark Dynamics Indonesia Tbk beroperasi.

Ridwan Goh menyebut perseroan mengharapkan dengan adanya jembatan ini warga Sei Belumai sekitarnya maupun pihak pemerintahan dan keperluan medis tidak lagi menghabiskan waktu dan biaya lebih untuk akses lintas dari Sei Belumai menuju Jalan Sultan Serdang Batang Kuis, dimana terdapat Bandara Internasional Kualanamu, hotel, rumah sakit, apotek, dan pusat-pusat kuliner yang terdapat di Jalan Sultan Serdang Batang Kuis.

Ridwan Goh menegaskan, jembatan tersebut adalah milik masyarakat Sei Belumai dan sekitarnya. Keberadaan jembatan selain sebagai prasarana akses masuk dan keluar operasional perusahaan juga sebagai wujud pengakuan MARK kepada masyarakat sekitar sebagai bahagian dari stakeholder perseroan.

Untuk mengingatkan, MARK mencatatkan sahamnya di BEI tahun 2017 dengan kode emiten MARK. Sejak itu , perusahaan terus berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance dimana tanggungjawab menjadi salah satu unsur dari prinsip-prinsip tersebut.

Beberapa penorehan penghargaan juga berhasil dicatatkan perusahaan pada tahun 2019, seperti penghargaan dari IDX Channel Innovation Awards 2019 dengan kategori The Best Rookie Company, penghargaan dari Bisnis Indonesia dengan kategori emiten terbaik dari sektor industri dasar dan kimia, penghargaan dari CSA Award dengan kategori Emiten Pilihan Analis. Bahkan MARK pada tahun 2018 tercatat sebagai Badan Hukum Pembayar Pajak terbesar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Lubuk Pakam dengan penyumbang pajak senilai Rp30 miliar sehingga tahun 2019 MARK telah dipindahkan ke KPP Madya Medan.

Hingga 2023, Mark Dynamics Targetkan Produksi 1 Juta Cetakan Sarung Tangan

MEDAN – Emiten produsen cetakan sarung tangan di Kawasan Industri Medan Star Sumatra Utara, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) menargetkan produksi satu juta pieces sarung tangan sampai 2023.

Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia, Tbk. Ridwan Goh mengatakan untuk mencapai target tersebut, paling tidak sampai dengan akhir tahun ini produksi ditargetkan bisa mencapai 700.000 pieces per bulan sehingga target tahun depan dapat tercapai.

Ridwan menjelaskan pada 2019 hasil produksi pabrik di Deliserdang sebanyak 98 persen di ekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, China, Srilanka. Malaysia memiliki pangsa pasar paling dominan sebesar 60 persen.

“ Tahun depan [2020], permintaan cetakan sarung tangan dari Malaysia, termasuk China dipastikan naik. Itu sejalan dengan kebutuhan sarung tangan kesehatan meningkat,” kata Ridwansaat manajemen PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Sales Medan mengunjungi pabrik baru perusahaan itu di Desa Dalu X-A Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang Kamis (14/11/2019).

Dia mengatakan MARK juga akan meningkatkan pangsa pasar ekspor ke China mencapai 10 persen -15 persen. Menurunya peningkatan tersebut sejalan dengan banyaknya permintaan di pasar China. Mengacu pada pasar global yang terus membaik, emiten dengan kode saham MARK tersebut meningkatkan pasar di China. Sementara itu, saat ini pangsa pasar ke China baru mencapai 5 persen.

Guna meningkatkan kapasitas produksi dipabrik baru, investasi yang dibutuhkan mencapai Rp200 miliar. Kendati begitu, untuk dibutuhkan tambahan investasi kurang lebih sebanyak Rp100 miliar untuk menambah mesin produksi.

“Kami juga rencana ekspansi ke sanitary wear, di awal tahun sudah masuk mesin, kita akan trial, semoga ini bisa mendongkrak laba perseroan yang semakin tinggi,” katanya.

Sementara itu, Sales Area Head PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN) Medan Saeful Hadi,mengatakan,PT Mark Dynamics Indonesia merupakan salah satu pelanggan industri PGN.

Dia mengatakan pasokan gas ke PT Mark Dynamic itu masing – masing sebanyak 9.900 MMBTU di pabrik lama, sementara di pabrik baru sebesar 2.588 MMBTU. Adapun, PT Mark berlangganan gas PGN sejak tahun 2003 dan yang baru mulai November 2019.

Mark Dynamics (MARK) kantongi kenaikan laba bersih 11,23% pada kuartal-III 2019

 

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mengatongi laba bersih pada kuartal III tahun 2019 sebesar Rp 65,49 miliar, meningkat 11,32% jika dibandingkan kuartal III 2018 yang sebesar Rp 58,83 miliar.

Peningkatan laba komprehensif ini juga dibarengi dengan peningkatan penjualan perseroan pada kuartal III 2019 yang meningkat 11,13% menjadi Rp 267,21 miliar bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 240,44 miliar.

Presiden Direktur Mark Dynamics Indonesia Ridwan Goh mengatakan bahwa penjualan yang diperoleh MARK pada kuartal III ini merupakan 94,02% pasar ekspor dan sisanya sebesar 5,98% untuk pasar domestik.

Nilai penjualan ekspor di kuartal III tahun 2019 lebih besar 9,98% dari penjualan ekspor di periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara konstribusi pasar ekspor pada triwulan III tahun 2018 mencapai 95,10% dari total penjualan.

“Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan berhasil meningkatkan nilai penjualan ekspor sekaligus meningkatkan pasar baru domestik,” kata Ridwan dalam keterangan resmi yang diperoleh Kontan.co.id, Rabu (30/10).

Pencapaian yang diraih oleh MARK tidak terlepas dari dari keberhasilan perseroan menjaga tingkat efisiensi seraya mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan. Hal ini dilihat dari tercapainya margin laba kotor sebesar 44,18% dengan nilai sebesar Rp 118,04 miliar.

Nilai ini lebih baik dari pencapaian perseroan pada periode yang sama di tahun sebelumnya dengan pencapaian margin laba kotor sebesar 43,61% dengan nilai sebesar Rp104,85 miliar.

Perang Dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China juga memberi berkah bagi industri sarung tangan karet, di mana kenaikan tarif impor yang diberlakukan AS kepada produk China dari 10% menjadi 25% efektif per 1 September 2019.

Mark Dynamics Bukukan Laba Bersih Rp 65,49 Miliar

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), berhasil memperoleh laba bersih pada kuartal III-2019 sebesar Rp 65,49 miliar, atau meningkat sebesar 11,32 persen jika dibandingkan dengan kuartal III tahun 2018 sebesar Rp 58,83 miliar. Peningkatan laba ini sejalan dengan peningkatan penjualan sebesar 11,13 persen menjadi Rp 267,21 miliar.

Presiden Direktur Mark Dynamics, Ridwan Goh, mengatakan, pencapaian yang diraih oleh perseroan tidak terlepas dari dari keberhasilan perseroan menjaga tingkat efisiensi seraya mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan.

“Hal ini dilihat dari tercapainya margin laba kotor sebesar 44,18 persen dengan nilai sebesar Rp 118,04 miliar. Nilai ini lebih baik dari pencapaian perseroan pada periode yang sama di tahun sebelumnya dengan pencapaian margin laba kotor sebesar 43,61 persen dengan nilai sebesar Rp 104,85 miliar,” ujar Ridwan Goh, dalam keterangan pers yang diterima

Ridwan menjelaskan, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok juga memberi berkah bagi industri sarung tangan karet, dimana kenaikan tarif impor yang diberlakukan AS kepada produk Tiongkok dari 10 persen menjadi 25 persen efektif per 1 September 2019.

Hal ini membuat industri sarung tangan karet berpotensi menggeser pasar sarung tangan Vinyl dan Nitrile produksi Tiongkok yang saat ini menguasai 44 persen impor sarung ke AS.

Saat ini, perusahaan pemasok sarung tangan terbesar secara global adalah negara Malaysia dengan 63 persen, diikuti Thailand dengan 18 persen, Tiongkok 10 persen dan kontribusi langsung Indonesia hanya 3 persen.

“Pemasok utama sarung tangan AS akan bergeser dari Tiongkok ke Malaysia sebagai produsen sarung tangan karet terbesar di dunia. Secara tidak langsung hal ini akan menjadi sinyal positif bagi kinerja Perseroan,” kata Ridwan.

Pertumbuhan kinerja operasional yang dicapai perseroan pada kuartal III tahun 2019 berjalan seiring dengan peningkatan kinerja keuangan dimana total aset perseroan meningkat sebesar 36,09 persen menjadi Rp 432,86 miliar per 30 September 2019 dibandingkan dengan Rp 318,08 miliar per 31 Desember 2018.

Aset lancar mengalami peningkatan sebesar 43,53 persen dengan nilai sebesar Rp 232,73 miliar per 30 September 2019 dibandingkan dengan Rp 162,14 miliar per 31 Desember 2018.

Sementara peningkatan aset tidak lancar sebesar 28,35 persen dengan nilai Rp 200,13 miliar per 30 September 2019 jika dibandingkan dengan Rp 155,93 miliar per 31 Desember 2018.

MARK Serahkan Dana CSR Bedah Rumah

Deliserdang, (Analisa). PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), emiten produsen cetakan sarung tangan yang berlokasi di Kawasan Industri Medan Star, Deliserdang, Sumatera Utara me­nyalurkan dana CSR untuk bedah rumah sebesar Rp100 juta bagi warga miskin di kabupaten Deliserdang. Kegiatan CSR ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat akan kesehatan.

MARK yang begitu peduli terhadap lingkungan sekitar turut mendukung program pemerintah yaitu Gerakan Deliserdang Membangun (GDSM). Perseroan selalu aktif dalam kegiatan CSR untuk mendukung peningkatan kese­jahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Deli­serdang.

Dana CSR diserahkan oleh Presiden Direktur, Ba­pak Ridwan Goh pada peringatan Hari Lingkungan Hi­dup Kabupaten Deliserdang  yang digelar di TPA Tadukan Ra­ga Desa Tadukan Raga Kec STM Hilir, Selasa (3/9).

Penyerahan dana CSR tersebut diterima langsung oleh Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan dan para pejabat utama Kabupaten Deli Serdang.

Selain itu, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup tersebut dilaksanakan juga Deklarasi Alam yang ditan­datangani oleh Bupati Deli Serdang, para pejabat utama, perwakilan masyarakat dan MARK sebagai salah satu perusahaan yang peduli terhadap lingkungan.

Adapun isi dari Deklarasi Alam tersebut antara lain untuk mewujudkan Deli Serdang Bebas Sampah 2025 dengan aksi katakan tidak pada sampah plastik dan satu pohon sejuta manfaat.

“MARK sebagai salah satu perusahaan di Kabupaten Deliserdang menyadari masih banyak warga yang belum bisa menikmati atau memiliki rumah yang layak huni.

Maka dari itu MARK mendukung Pemerintah Kabu­paten Deliserdang agar dapat terus melanjutkan program bedah rumah milik warga yang tidak layak huni menjadi layak huni.

Kegiatan ini adalah kegiatan rutin tahunan yang dilakukan perseroan dan diharapkan akan tetap berlanjut ke depannya,” ungkap Ridwan.

MARK terus menunjukkan performasi yang sangat bagus dimana di tengah kondisi ketidakstabilan global masih membukukan pertumbuhan laba yang baik.

MARK mencatatkan peningkatan kinerja pada tri­wulan kedua tahun 2019 dengan laba komprehensif sebesar Rp45,11 miliar atau naik 23,5%, dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp36,54 miliar. (rel/ht)

Mark Dynamics Cetak Laba Rp 45,11 Miliar

Jakarta  – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membukukan peningkatan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 23,5% menjadi Rp 45,11 miliar hingga semester I-2019, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 36,54 miliar. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan sebanyak 13,1% dari Rp 155,45 miliar menjadi Rp 175,80 miliar.

Presiden Direktur Mark Dynamics Ridwan Goh mengatakan, peningkatan kinerja didukung atas pertumbuhan permintaan cetakan sarung tangan keramik. “Secara global pertumbuhan permintaan masih terjadi dan terbuka pasar baru. Hal ini berimbas pada pencapaian kinerja kami sebagai pemasok utama cetakan sarung tangan keramik,” ujarnya melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (31/7).

Kontributor penjualan terbesar berasal dari pasar ekspor mencapai 92,3% atau Rp 162,30 miliar terhadap total pendapatan. Sedangkan sisanya disumbangkan penjualan domestik sebesar 7,7% atau Rp 13,50 miliar.

Perseroan juga berhasil menjaga tingkat biaya yang ditunjukkan dengna margin laba kotor mencapai 44,2%, sehingga total laba kotor perseroan naik menjadi Rp 77,74 miliar. Beban operasional perseroan tercatat Rp 16,54 miliar dengan rasio beban operasional terhadap penjualan sebesar 9,4%.

“Pencapaian kinerja operasional perseroan masih sejalan dengan proforma kinerja yang disampaikan dalam laporan tahunan 2018, yaitu peningkatan penjualan sebesar 12% dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 22%,” terangnya.

Hal yang paling menarik, ungkap Ridwan, Mark Dynamics mencetak kenaikan aset sebesar 28,7% menjadi Rp 409,55 miliar hingga akhir Juni 2019, dibandingkan akhir 2018 senilai Rp 318,08 miliar. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa perseroan sedang melakukan ekspansi bisnis, baik memasuki pasar baru dan akuisisi perusahaan.

Dia menjelaskan, perseroan juga sedang menjajaki ekspor produk ke Sri Lanka dan India, selain Tiongkok dan Vietnam yang sudah dirambah tahun ini. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan laba bersih menjadi Rp 100 miliar tahun 2019. “Dengan PE sebesar 20 kali dan margin keuntungan sebesar 26%, perseroan merupakan perusahaan dengan prospek yang menarik,” terangnya.