BI Kunjungi Mark Dynamics

Bank Indonesia (BI) bersama dengan PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) mengunjungi PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) untuk menggali jenis korporasi yang bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) ke depan.

Ketertarikan BI perwakilan Sumut terhadap perseroan didukung atas keberhasilan Mark Dynamics menaikkan kapasitas produksinya sebesar 15% setiap tahun, tidak memiliki pesaing di Indonesia, mayoritas produk perseroan diekspor, dan kinerja keuangan yang terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

Kunjungan tersebut diwakili Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat,  Kepala Divisi Advisory Ekonomi & Keuangan Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Yura A  Djalins. Kungungan tersebut bertujuan untuk mengetahui ekonomi di Sumatera Utara di tengah belum membaiknya perekomian global.

“Salah satu tugas kami adalah mencari korporasi yang dapat didorong menjadi sumber pertumbuhan perekonomian di Sumatera Utara. Kunjungan ini juga untuk mengidentifikasi sektor-sektor usaha yang menjadi pertumbuhan ekonomi daerah. Mark Dynamics dari sisi manufaktur menjadi salah satu pendorong perekonomian tersebut,” ujar Wiwiek saat berkunjung ke kantor Marks Dynamics di Medan, belum lama ini.

Dia menambahkan, hasil kunjungan ke Mark Dynamics ini akan dijadikan sebagai rekomendasi kepada pemerintah daerah. Pihaknya juga menyebutkan bahwa kunjungan ke Mark Dynamics tersebut akan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Presiden Direktur Mark Dynamics Ridwan Goh mengatakan, Mark Dynamics konsisten mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih. Hal ini tentu berimbas positif terhadap perekonomian Sumatera Utara. “Kami berharap industri manufaktur, selain sektor perkebunan, bisa berkembang di Sumut, sehingga bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ungkapnya.

Tahun ini, Mark Dynamics telah meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 610 ribu unit per bulan dan akan ditingkatkan menjadi 1 juta unit per bulan pada 2023. Sedangkan sebesar 95% produksi perseroan diekspor ke Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Tiongkok.

Gali Perekonomian Daerah, BI Kunjungi Mark Dynamics

Bank Indonesia (BI) bersama dengan PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) mengunjungi PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) untuk menggali jenis korporasi yang bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) ke depan.

Ketertarikan BI perwakilan Sumut terhadap perseroan didukung atas keberhasilan Mark Dynamics menaikkan kapasitas produksinya sebesar 15% setiap tahun, tidak memiliki pesaing di Indonesia, mayoritas produk perseroan diekspor, dan kinerja keuangan yang terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

Kunjungan tersebut diwakili Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat, Kepala Divisi Advisory Ekonomi & Keuangan Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Yura A Djalins. Kungungan tersebut bertujuan untuk mengetahui ekonomi di Sumatera Utara di tengah belum membaiknya perekomian global.

“Salah satu tugas kami adalah mencari korporasi yang dapat didorong menjadi sumber pertumbuhan perekonomian di Sumatera Utara. Kunjungan ini juga untuk mengidentifikasi sektor-sektor usaha yang menjadi pertumbuhan ekonomi daerah. Mark Dynamics dari sisi manufaktur menjadi salah satu pendorong perekonomian tersebut,” ujar Wiwiek saat berkunjung ke kantor Marks Dynamics di Medan, belum lama ini.

Dia menambahkan, hasil kunjungan ke Mark Dynamics ini akan dijadikan sebagai rekomendasi kepada pemerintah daerah. Pihaknya juga menyebutkan bahwa kunjungan ke Mark Dynamics tersebut akan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Presiden Direktur Mark Dynamics Ridwan Goh mengatakan, Mark Dynamics konsisten mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih. Hal ini tentu berimbas positif terhadap perekonomian Sumatera Utara. “Kami berharap industri manufaktur, selain sektor perkebunan, bisa berkembang di Sumut, sehingga bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ungkapnya.

Tahun ini, Mark Dynamics telah meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 610 ribu unit per bulan dan akan ditingkatkan menjadi 1 juta unit per bulan pada 2023. Sedangkan sebesar 95% produksi perseroan diekspor ke Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Tiongkok.

Ramadan, Mark Dynamics Bantu Warga Sekitar Pabrik

Tanjung Morawa, PT Mark Dynamics Tbk (MARK) tidak melewatkan bulan Ramadan ini untuk senantiasa berbagi kepada sesama melalui semangat kebersamaan.

Mark Dynamics yang saat ini sedang dalam proses pembangunan pabrik baru yang berlokasi di Desa Dalu X-A untuk pertama kalinya memberikan bantuan tunjangan hari raya (THR) berupa paket lebaran kepada warga Gang Baru, Desa Dalu X A, Dusun VI, Pasar 3, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Warga begitu antusias datang berbondong-bondong berkumpul di Gang Baru untuk menerima paket lebaran tersebut. Adapun 85 paket lebaran yang dibagikan tersebut berupa sembako, beras 10 kilogram (kg), dan 2 botol sirup minuman.

“Program ini merupakan kepedulian kami terhadap lingkungan sekitar dan untuk mengurangi beban masyarakat kurang mampu dalam menghadapi puasa Ramadan dan hari raya Idul Fitri”, kata Humas Mark Dynamics, Polda Napitupulu, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (30/5/2019).

Melalui program Corporate Social Responbility (CSR) ini, diharapkan dapat meningkatkan hubungan silaturahmi antar sesama dan memberikan hal yang positif terhadap masyarakat lokal sehingga keberadaan perseroan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Kepala Dusun IV, Mansyah, yang menemani warga dalam menerima paket sembako gratis tersebut, memberikan apresiasi atas kepedulian Mark Dynamics.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian Mark Dynamics terhadap warga,” kata Mansyah.

MARK Buka Puasa Bersama Anak Yatim

BINGKISAN LEBARAN: Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh bersama jajaran direksi menyerahkan bingkisan lebaran kepada anak yatim piatu pada acara buka puasa bersama, Selasa (21/5).

Tanjung Morawa, (Analisa). PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) kembali gelar buka puasa ber­sa­ma anak yatim piatu dari Panti Asuhan Putra Putri Yas Amal Sosial Aljamiyatul Wash­liyah dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1440 H. Acara berbuka puasa bersama dise­lenggarakan di Budaya Indonesia Res­to, Jalan Raya Medan-Tanjung Mo­rawa Km 12,5, Deliserdang, Selasa (21/5).

Acara buka puasa bersama ini diha­diri langsung oleh Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh beserta jajaran direksi dan manajemen persero­an lain­nya. Sebanyak 1,200 karyawan perse­roan juga turut hadir dalam acara berbuka bersama ini.

Acara diisi tausiyah Ramadan oleh Ustaz Syahril dilanjutkan dengan ber­buka puasa bersama dan salat magrib berjamaah.

Selain berbuka puasa bersama, MARK juga memberikan bingkisan berupa tas sekolah dan uang saku ke­pada anak-anak Panti Asuhan Putra Putri Yas Amal Sosial Aljamiyatul Washliyah yang beralamat di Jalan Tengku Raja Muda No. 32, Petapahan, Lubuk Pakam. Panti asuhan ini me­rupakan salah satu panti asuhan yang disantuni oleh per­seroan setiap bu­lan­nya.

Ridwan dalam sambutannya menu­turkan, acara buka puasa bersama anak yatim adalah tahun yang kedua dilak­sanakan oleh per­seroan dan akan menjadi komitmen perse­roan setiap tahunnya untuk ikut menye­jahterakan masyarakat sekitar, khususnya masya­rakat yang kurang mampu. Ridwan juga menjelas­kan bahwa ini adalah tahun pertama bagi perseroan menga­dakan acara berbuka puasa bersama seluruh karyawan seka­ligus berbuka bersama anak yatim piatu.

“Kami berharap melalui acara buka puasa bersama ini dapat meningkatkan hu­bungan silaturahmi antar sesama dan memberikan hal yang positif terhadap masya­rakat lokal sehingga keberadaan MARK dapat dirasa­kan lang­sung oleh masyarakat sekitar,” ungkap Ridwan.

MARK Buka Bersama Anak Yatim

PT Mark Dynamics Indonesia berbuka puasa bersama di Budaya Indonesia Resto, di Jl Raya Medan Tanjung Morawa Km 12,5 , Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (21/5/2019)

TANJUNG MORAWA – PT Mark Dynamics Indonesia (MARK) kembali menggelar buka puasa bersama anak yatim piatu dari Panti Asuhan Putra Putri Yas Amal Sosial Aljamiyatul Washliyah untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Acara berbuka puasa bersama diselenggarakan di Budaya Indonesia Resto di Jl Raya Medan Tanjung Morawa Km 12,5, Deli Serdang, Sumatera Utara pada Selasa (21/5/ 2019).

Acara buka puasa bersama ini dihadiri langsung Presiden Direktur Perseroan, Ridwan Goh beserta jajaran direksi dan manajemen perseroan lainnya. Sebanyak 1,200 karyawan perseroan juga turut hadir dalam acara berbuka bersama yang diawali dengan kata sambutan Ridwan Goh.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Tausiyah Ramadhan oleh Ustad Syahril dan kemudian berbuka puasa bersama dan sholat magrib berjamaah.

Selain berbuka puasa bersama, MARK juga memberikan bingkisan berupa tas sekolah dan uang saku kepada anak-anak Panti Asuhan Putra Putri Yas Amal Sosial Aljamiyatul Washliyah yang beralamat di Jl. Tengku Raja Muda No. 32, Petapahan, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Diketahui, panti asuhan ini adalah salah satu panti asuhan yang disantuni oleh Perseroan setiap bulannya.

Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Ridwan Goh

Ridwan menuturkan acara buka puasa bersama anak yatim adalah tahun yang kedua dilaksanakan oleh Perseroan dan akan menjadi komitmen Perseroan setiap tahunnya untuk ikut menyejahterakan masyarakat sekitar, khususnya masyarakat yang kurang mampu. Ridwan Goh menjelaskan bahwa ini adalah tahun pertama bagi Perseroan mengadakan acara berbuka puasa bersama seluruh karyawan Perseroan sekaligus berbuka bersama anak yatim piatu.

“Kami berharap acara buka puasa bersama ini dapat meningkatkan hubungan silaturahmi antar sesama dan memberikan hal yang positif terhadap masyarakat lokal sehingga keberadaan MARK dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar”, ungkap Ridwan.

Mark Dynamics Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

PT Mark Dynamics Tbk (MARK)menggelar buka puasa bersama anak yatim piatu dari Panti Asuhan Putra Putri Yas Amal Sosial Aljamiyatul Washliyah dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Acara berbuka puasa bersama diselenggarakan di Budaya Indonesia Resto yang berlokasi di Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa, 21 Mei 2019

 

PT Mark Dynamics Tbk (MARK) menggelar buka puasa bersama anak yatim piatu dari Panti Asuhan Putra Putri Yas Amal Sosial Aljamiyatul Washliyah di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Direktur Perseroan Ridwan Goh mengatakan, acara buka puasa bersama anak yatim adalah tahun yang kedua dilaksanakan oleh perseroan. Pihaknya berkomitmen untuk menggelar acara serupa setiap tahunnya.

“Kami berharap melalui acara buka puasa bersama ini dapat meningkatkan hubungan silaturahmi antar sesama dan memberikan hal yang positif terhadap masyarakat lokal, sehingga keberadaan Mark Dynamics dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” ujar Ridwan di Deli Serdang, Rabu (22/5).

Hingga kuartal I-2019, Mark Dynamics membukukan peningkatan laba konprehensif sebesar 26,48% menjadi Rp 23 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai Rp 18,19 miliar. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan bersih sekitar 12,22% dari Rp 78,47 miliar menjadi Rp 88,06 miliar.

Ridwan mengatakan, penjualan ekspor berkontribusi sebesar 90,76% terhadap total pendapatan perseroan sepanjang kuartal I-2019 dan sisanya 9,24% disumbangkan penjualan pasar domestik. “Penjualan ekspor meningkat sebesar 4,12% pada kuartal I-2019, dibandingkan kuartal I tahun lalu. Hal ini menunjukkan perseroan berhasil meningkatkan nilai penjualan ekspor dan memperkuat penetrasi pasar di dalam negeri,” ujarnya.

Perusahaan pembuat cetakan sarung tangan kesehatan ini tercatat sebagai produsen utama cetakan sarung tangan di dunia dengan pangsa pasar 35% dari seluruh produsen sarung tangan kesehatan terkemuka di dunia. Perseroan juga menunjukkan tren permintaan cetakan sarung tangan, seiring dengan peningkatan konsumsi sarung tangan karet dunia.

Mark Dynamics (MARK) bagi dividen tunai senilai Rp 26,6 miliar

Paparan publik PT Mark Dynamics Indonesia Tbk MARK

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membagikan Dividen Tunai sebesar Rp 26,6 miliar kepada 3.800.000.310 saham beredar atau Rp 7 per lembar saham.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang diselenggarakan, Selasa kemarin (14/5), di Hotel Grand Mercure Medan Angkasa.

Dividen Tunai tersebut merepresentasikan sekitar 32% dari Laba Bersih Tahun Berjalan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2018 yang sebesar Rp 81,9 miliar.

Dalam RUPS Tahunan tersebut diputuskan juga antara lain menerima baik dan menyetujui Laporan Tahunan Konsolidasian MARK dan Entitas Anak untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, termasuk Laporan Tahunan Direksi dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris.

Dalam penjelasannya setelah RUPS, Ridwan Goh, Presiden Direktur MARK mengungkapkan bahwa dividen tunai yang dibagikan ini dimaksudkan sebagai apresiasi kepada seluruh pemegang saham Perusahaan.

“Manajemen MARK telah berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, antara lain dengan mengusulkan dividen tunai setiap tahunnya,” ujarnya dalam rilis media yang diterima Kontan.co.id, Rabu (15/5).

Perseroan terbilang berhasil menjaga kinerja operasional yang baik diiringi penurunan tingkat beban pokok penjualan dari 62,36% di tahun 2017 menjadi 55,41% di tahun 2018 yang berdampak pada peningkatan marjin laba kotor dari 37,64% di tahun 2017 menjadi 44,59% di tahun 2018.

Pertumbuhan cukup konsisten dengan kinerja perseroan dalam dua tahun berturut-turut yang berhasil melampaui target laba. Aset Perseroan mengalami peningkatan sebesar 40% dari Rp Rp 227,600 miliar pada tahun 2017 menjadi Rp 318,080 miliar pada tahun 2018.

Pendapatan Perseroan mengalami peningkatan sebesar 35,73% dari sebelumnya Rp 239,79 miliar pada tahun 2017 menjadi Rp 325,47 miliar pada tahun 2018.

Perseroan juga berhasil menjaga tingkat biaya yang rendah sehingga berhasil mencatatkan laba komprehensif yang meningkat sebesar 67,09% dari sebelumnya Rp 49,25 miliar pada tahun 2017 menjadi Rp 82,29 miliar pada tahun 2018.

Mark Dynamics Bagikan Dividen Rp 26,6 Miliar

Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, Ridwan Goh

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) memutuskan dividen tunai tahun buku 2018 senilai Rp 26,6 miliar atau setara dengan Rp 7 per saham.

“Dividen tunai ini merepresentasikan rasio sekitar 32% dari raihan laba bersih tahun berjalan sepanjang 2018 mencapai Rp 81,9 miliar,” uangkap Dirut Mark Dynamics Ridwan Goh melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (15/5).

Pembagian dividen tunai tersebut, uangkap dia, sebagai apresiasi perseroan terhadap seluruh pemegang saham. “Manajemen Mark Dynamics telah berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, antara lain membagikan dividen tunai setiap tahun,” terangnya.

Tahun lalu, Mark Dynamics membukukan kenaikan laba komprehensif sebesar 67,09% menjadi Rp 82,29 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 49,25 miliar. Pencapaian tersebut telah melampaui target manajemen perseroan atau setara dengan 127% dari proyeksi awal.

Pertumbuhan kinerja keuangan perseroan tersebut berlanjut hingga kuartal I-2019 yang ditunjukkan dengan kenaikan laba konprehensif sebesar 26,48% menjadi Rp 23 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai Rp 18,19 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan kenaikan penjualan bersih 12,22% dari Rp 78,47 miliar menjadi Rp 88,06 miliar.

MARK Bagikan Dividen Tunai Rp 26,6 Miliar

Mark Dynamics Indonesia (MARK) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, Selasa (14/5/2019, di Hotel Grand Mercure Medan Angkasa.

DELI SERDANG-  PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membagikan dividen tunai sebesar Rp 26,6 miliar kepada 3.800.000.310 saham beredar atau Rp 7 per lembar saham. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, Selasa (14/5/2019, di Hotel Grand Mercure Medan Angkasa.

“Dividen Tunai tersebut merepresentasikan sekitar 32% dari Laba Bersih Tahun Berjalan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2018  yang sebesar Rp 81,9 miliar,” kata Ridwan Goh, Presiden Direktur MARK, usai RUPS.

Dalam RUPS Tahunan tersebut diputuskan juga antara lain menerima baik dan menyetujui Laporan Tahunan Konsolidasian MARK dan Entitas Anak untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, termasuk Laporan Tahunan Direksi dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris.

Ridwan Goh mengungkapkan bahwa dividen tunai yang dibagikan ini dimaksudkan sebagai apresiasi kepada seluruh pemegang saham Perusahaan. “Manajemen MARK telah berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, antara lain dengan mengusulkan dividen tunai setiap tahunnya,” katanya.

Jajaran Direksi Mark Dynamics Indonesia (MARK) berfoto bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, Selasa (14/5/2019, di Hotel Grand Mercure Medan Angkasa.

Kinerja MARK Tahun 2018

Perseroan berhasil menjaga kinerja operasional yang baik diiringi penurunan tingkat beban pokok penjualan dari 62,36% di tahun 2017 menjadi 55,41% di tahun 2018 yang berdampak pada peningkatan marjin laba kotor dari 37,64% di tahun 2017 menjadi 44,59% di tahun 2018.

Pencapaian kinerja ini konsisten dengan kinerja Perseroan dalam dua tahun berturut-turut yang berhasil melampaui target laba. Semakin baiknya kondisi ekonomi dunia serta menguatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan akan mendorong kesinambungan pertumbuhan usaha Perseroan.

Aset Perseroan mengalami peningkatan sebesar 40% dari Rp Rp 227,600 miliar pada tahun 2017 menjadi  Rp 318,080 miliar pada tahun 2018.

Pendapatan Perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 35,73% dari sebelumnya Rp 239,79 miliar pada tahun 2017 menjadi Rp 325,47 miliar pada tahun 2018.

Perseroan juga berhasil menjaga tingkat biaya yang rendah sehingga berhasil mencatatkan laba komprehensif yang meningkat sebesar 67,09% dari sebelumnya Rp 49,25 miliar pada tahun 2017 menjadi Rp 82,29 miliar pada tahun 2018.

Kinerja Triwulan I-2019

Ridwan Goh juga menjelaskan bahwa untuk triwulan pertama tahun 2019, Perusahaan berhasil membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp 88,06 miliar meningkat sebesar 12,22% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dari segi laba bersih komprehensif, perseroan membukukan nilai sebesar Rp 23 miliar meningkat sebesar 26,48% dibandingkan dengan periode 31 Maret 2018 sebesar Rp 18,19 miliar. MARK optimistis bahwa pada tahun ini akan dapat membukukan kinerja keuangan yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Untuk ke depannya, MARK akan terus mempenetrasi pasar baru dan mencari pelanggan baru, serta mempertahankan pelanggan lama. Saat ini, MARK sedang dalam proses pembangunan Pabrik baru yang berlokasi di Jalan Utama Desa Dalu X-A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Mark Dynamics Indonesia (MARK) targetkan laba bersih sebesar Rp 100 miliar di 2019

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) melihat permintaan sarung tangan karet global tumbuh konsisten dalam 15 tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan permintaan tahunan antara 8% hingga 10%.

Di mana saat ini pasokan yang tersedia belum dapat memenuhi seluruh permintaan global, sehingga MARK melihatnya sebagai peluang untuk meningkatkan ekspansi bisnisnya di tahun ini.

Presiden Direktur MARK Ridwan Goh menyatakan kapasitas produksi empat produsen utama sarung tangan karet di Malaysia mencapai 169 miliar unit, sementara kebutuhan dunia pada tahun 2018 mencapai 268 miliar unit.

Ia melanjutkan bahwa sarung tangan karet merupakan produk yang hanya sekali pakai (disposable) dan banyak digunakan pada industri kesehatan, farmasi, makanan dan minuman, elektronik, industri, rumah tangga dan medis.

Luasnya bidang pemakaian sarung tangan karet mendorong industri pendukung utamanya, yaitu produsen cetakan sarung tangan memperoleh kesempatan besar untuk tumbuh dan berkembang secara pesat.

“Kami merupakan produsen cetakan sarung tangan terkemuka di dunia dan merupakan pemasok utama bagi produsen-produsen sarung tangan di dunia,” kata Ridwan kepada Kontan.co.id, Senin (22/4).

Ditambahkan Ridwan, pada tahun 2019 diperkirakan konsumsi sarung tangan karet dunia akan mencapai 300 miliar unit, dengan nilai pasar mencapai 4,8 miliar US Dollar atau setara dengan Rp 67,871 triliun (dengan kurs Rp 14.100/US Dollar).

Malaysia sebagai pemasok utama akan memberikan kontribusi sebesar 63%, diikuti oleh Thailand sebesar 18%, China sebesar 10% dan Indonesia sebesar 3%.

“Pasar sarung tangan karet dunia sangat menjanjikan mengingat konsumsi terbesar masih berasal dari negara-negara maju di Eropa dan Amerika, serta Jepang,” tambahnya.

Ia bilang, negara-negara Asia memiliki tingkat konsumsi yang relatif rendah, dari 30 negara pengguna terbesar, Tiongkok berada di posisi ke-28, Indonesia di posisi ke-29 dan India di posisi 30.

“Sehingga dengan semakin banyaknya negara yang berkembang disertai perhatian besar terhadap kesehatan akan mendorong peningkatan permintaan sarung tangan karet,” ungkap Ridwan.

Lebih lanjut, ia pun optimistis permintaan cetakan sarung tangan pun tidak akan mengalami penurunan mengingat untuk setiap cetakan masa pakai maksimum hanya satu tahun. Penggunaan cetakan dalam jangka panjang akan merusak kualitas sarung tangan yang diproduksi.

“MARK mengambil keuntungan dari kondisi ini dengan menggunakan bahan sisa cetakan sarung tangan untuk didaur ulang sebagai salah satu bahan baku produk sanitary ke depannya,” tambahnya.

Maka itu, Ridwan menyatakan bahwa MARK akan mengambil peran penting dalam pertumbuhan pasar yang menjanjikan pada produk sarung tangan karet.

Sebagai pemasok utama bagi produsen sarung tangan, dengan porsi ekspor terbesar ke Malaysia, kontribusi pertumbuhan pasar ini sudah dirasakan MARK.

Apalagi MARK tengah berupaya merampungkan pembangunan pabrik baru yang ditargetkan rampung di Mei 2019 ini. Kapasitas produksi pabrik baru tersebut sebesar 90.000 unit per bulan dengan Overall Equipment Effectiveness (OEE) sekitar 90% yakni sekitar 80.000 unit per bulan.

Kehadiran pabrik tersebut akan mengerek total kemampuan produksi MARK dari saat ini 540.000 unit per bulan, menjadi 620.000 per unit per bulan di 2019, setelah pabrik baru resmi beroperasi.

Adapun jumlah produksi cetakan sarung tangan MARK pada tahun 2018 mencapai 6,4 juta unit atau meningkat sebesar 28% dibandingkan dengan 5 juta unit pada tahun 2017. Dan di 2019 diharapkan tumbuh 12,5%. “Untuk 2019, diproyeksikan volume produksi MARK akan mencapai 7,2 juta unit,” ungkap Ridwan.

Dari sisi kinerja keuangan, MARK mematok target pendapatan sekitar Rp 361,27 miliar hingga Rp 364,52 miliar atau tumbuh 11% hingga 12% dibanding pendapatan di 2018.

“Target yang dipatok demikian karena mengingat kurs Rupiah yang semakin menguat di mana penjualan kita 90% ekspor sehingga laba selisih kurs kali ini lebih konservatif,” jelas Ridwan.

Sementara dari sisi laba bersih, Ridwan juga mengharapkan naik sekitar 21,5% atau mencapai Rp 100 miliar di 2019. “Sampai kuartal I 2019, kita masih on track,” tambah dia.

Sebagai info, penjualan MARK naik sebesar 35,7% pada tahun 2018 menjadi Rp 325,47 miliar dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar Rp 239,79 miliar. Pasar ekspor mencapai Rp 303,33 miliar atau sebesar 93,20% dari total penjualan MARK.

Diiringi dengan tingkat biaya yang lebih rendah pada tahun 2018, MARK berhasil mencatat kenaikan laba bersih sebesar 75% menjadi Rp 82,29 miliar, dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 47,05 miliar.