PT MARK Salurkan Tali Asih kepada Yapentra

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berbagi tali asih kepada kaum tuna netra yang diasuh Yayasan Pendidikan Tuna Netra (Yapentra) di Jalan Medan-Lubukpakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (23/12/2019). Penyerahan dana tali asih sebesar Rp 60 juta yang bersumber dari dana corporate sosial responsibility (CSR) perseroan dilakukan Presiden Direktur PT MARK Ridwan Goh didampingi Corporate Secretary MARK kepada Jabes Silaban selaku pimpinan Yapentra.

MARK melalui siaran persnya yang diterima wartawan, Selasa (24/12/2019) menyebutkan, penyaluran dana CSR kepada berbagai pihak termasuk kepada Yapentra sudah merupakan program rutin perseroan. Khusus kepada Yapentra yang lokasinya tidak jauh dari pabrik produsen cetakan sarung tangan itu sudah rutin dilakukan sejak tahun 2013 untuk membantu kebutuhan anak-anak tuna netra yang diasuh yayasan tersebut.

Pimpinan Yapentra Jabes Silaban didampingi para pengurus yayasan menyebutkan pada saat ini yayasan tuna netra mengasuh 68 orang anak diasuh 35 tenaga pengasuh.

Ridwan Goh berharap kegiatan penyaluran dana CSR tersebut dapat meningkatkan hubungan silaturrahmi yang lebih baik lagi antara MARK dengan masyarakat sekitar perusahaan.
Kegiatan penyerahan bantuan tersebut hanya berlangsung sekitar selama 15 menit.

Jabes Silaban yang menyambut kehadiran Presiden

Direktur MARK Ridwan Goh dalam acara tersebut memaparkan kegiatan dan program yayasan yang sudah dijalankan dan akan dijalankan pada tahun mendatang.

Ia bersama para pimpinan Yapentra lainnya menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada MARK atas penyaluran bantuan yang telah rutin berjalan selama ini.

PT Mark Dynamics Gelontorkan Rp 8,45 M Bangun Jembatan

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) perusahaan manufaktur yang bermarkas di Kabupaten Deli Serdang peduli serta ikut aktif membangun daerah setempat.

Presiden Direktur PT Mark Dynamics, Ridwan Goh, melalui siaran persnya, Rabu (4/12/2019), menyebutkan, industri cetakan sarung tangan keramik ini sepanjang tahun 2018 menggelontorkan dana Rp8,45 miliar untuk membangun jembatan.

Dia menjelaskan, jembatan dibangun berukuran panjang 40 meter dan lebar 8 meter membentang Sungai Belumai di Desa Dalu X-A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Proses pra pembangunan jembatan, lanjutnya, dimulai dari permohonan izin prinsip yang telah diterbitkan Bupati Deli Serdang sebagaimana tertuang dalam surat Bupati Nomor 630/3978 tanggal 8 November 2018. Permohonan Izin Mendirikan Bangunan yang diterbitkan DPMPPTSP Deli Serdang. Proses konstruksi fisik jembatan telah dituntaskan penyedia jasa konstruksi pada Agustus 2019.

Dijelaskan, sebelum ada jembatan ini, masyarakat Sei Belumai dan pihak lainnya khususnya warga yang tinggal di Kawasan Dusun I, Desa Dalu X-A, jika berpergian menuju kawasan Jalan Sultan Serdang Batang Kuis tempat Bandara Internasional Kualanamu harus keluar masuk melewati/mengitari Jalan Sei Belumai menuju Jalan Raya Meda – Lubuk Pakam baru kemudian dapat masuk melalui pertigaan Batang Kuis Tanjung Morawa.

Tetapi setelah adanya jembatan tersebut masyarakat dapat langsung memiliki akses keluar masuk dari Dusun I Desa Dalu X-A menuju Jalan Sultan Serdang Batang Kuis.

Untuk mendukung prasarana jembatan tersebut perusahaan juga telah membangun fasilitas jalan khusus sepanjang 992 meter yang dibangun dibawah pengawasan perusahaan. Ruas jalan tersebut melintasi tanah aset perseroan, untuk digunakan masyarakat maupun pemerintahan sebagai sarana jalan umum melintasi akses jembatan sepanjang PT Mark Dynamics Indonesia Tbk beroperasi.

Ridwan Goh menyebut perseroan mengharapkan dengan adanya jembatan ini warga Sei Belumai sekitarnya maupun pihak pemerintahan dan keperluan medis tidak lagi menghabiskan waktu dan biaya lebih untuk akses lintas dari Sei Belumai menuju Jalan Sultan Serdang Batang Kuis, dimana terdapat Bandara Internasional Kualanamu, hotel, rumah sakit, apotek, dan pusat-pusat kuliner yang terdapat di Jalan Sultan Serdang Batang Kuis.

Ridwan Goh menegaskan, jembatan tersebut adalah milik masyarakat Sei Belumai dan sekitarnya. Keberadaan jembatan selain sebagai prasarana akses masuk dan keluar operasional perusahaan juga sebagai wujud pengakuan MARK kepada masyarakat sekitar sebagai bahagian dari stakeholder perseroan.

Untuk mengingatkan, MARK mencatatkan sahamnya di BEI tahun 2017 dengan kode emiten MARK. Sejak itu , perusahaan terus berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance dimana tanggungjawab menjadi salah satu unsur dari prinsip-prinsip tersebut.

Beberapa penorehan penghargaan juga berhasil dicatatkan perusahaan pada tahun 2019, seperti penghargaan dari IDX Channel Innovation Awards 2019 dengan kategori The Best Rookie Company, penghargaan dari Bisnis Indonesia dengan kategori emiten terbaik dari sektor industri dasar dan kimia, penghargaan dari CSA Award dengan kategori Emiten Pilihan Analis. Bahkan MARK pada tahun 2018 tercatat sebagai Badan Hukum Pembayar Pajak terbesar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Lubuk Pakam dengan penyumbang pajak senilai Rp30 miliar sehingga tahun 2019 MARK telah dipindahkan ke KPP Madya Medan.

Hingga 2023, Mark Dynamics Targetkan Produksi 1 Juta Cetakan Sarung Tangan

MEDAN – Emiten produsen cetakan sarung tangan di Kawasan Industri Medan Star Sumatra Utara, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) menargetkan produksi satu juta pieces sarung tangan sampai 2023.

Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia, Tbk. Ridwan Goh mengatakan untuk mencapai target tersebut, paling tidak sampai dengan akhir tahun ini produksi ditargetkan bisa mencapai 700.000 pieces per bulan sehingga target tahun depan dapat tercapai.

Ridwan menjelaskan pada 2019 hasil produksi pabrik di Deliserdang sebanyak 98 persen di ekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, China, Srilanka. Malaysia memiliki pangsa pasar paling dominan sebesar 60 persen.

“ Tahun depan [2020], permintaan cetakan sarung tangan dari Malaysia, termasuk China dipastikan naik. Itu sejalan dengan kebutuhan sarung tangan kesehatan meningkat,” kata Ridwansaat manajemen PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Sales Medan mengunjungi pabrik baru perusahaan itu di Desa Dalu X-A Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang Kamis (14/11/2019).

Dia mengatakan MARK juga akan meningkatkan pangsa pasar ekspor ke China mencapai 10 persen -15 persen. Menurunya peningkatan tersebut sejalan dengan banyaknya permintaan di pasar China. Mengacu pada pasar global yang terus membaik, emiten dengan kode saham MARK tersebut meningkatkan pasar di China. Sementara itu, saat ini pangsa pasar ke China baru mencapai 5 persen.

Guna meningkatkan kapasitas produksi dipabrik baru, investasi yang dibutuhkan mencapai Rp200 miliar. Kendati begitu, untuk dibutuhkan tambahan investasi kurang lebih sebanyak Rp100 miliar untuk menambah mesin produksi.

“Kami juga rencana ekspansi ke sanitary wear, di awal tahun sudah masuk mesin, kita akan trial, semoga ini bisa mendongkrak laba perseroan yang semakin tinggi,” katanya.

Sementara itu, Sales Area Head PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN) Medan Saeful Hadi,mengatakan,PT Mark Dynamics Indonesia merupakan salah satu pelanggan industri PGN.

Dia mengatakan pasokan gas ke PT Mark Dynamic itu masing – masing sebanyak 9.900 MMBTU di pabrik lama, sementara di pabrik baru sebesar 2.588 MMBTU. Adapun, PT Mark berlangganan gas PGN sejak tahun 2003 dan yang baru mulai November 2019.

Mark Dynamics (MARK) kantongi kenaikan laba bersih 11,23% pada kuartal-III 2019

 

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mengatongi laba bersih pada kuartal III tahun 2019 sebesar Rp 65,49 miliar, meningkat 11,32% jika dibandingkan kuartal III 2018 yang sebesar Rp 58,83 miliar.

Peningkatan laba komprehensif ini juga dibarengi dengan peningkatan penjualan perseroan pada kuartal III 2019 yang meningkat 11,13% menjadi Rp 267,21 miliar bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 240,44 miliar.

Presiden Direktur Mark Dynamics Indonesia Ridwan Goh mengatakan bahwa penjualan yang diperoleh MARK pada kuartal III ini merupakan 94,02% pasar ekspor dan sisanya sebesar 5,98% untuk pasar domestik.

Nilai penjualan ekspor di kuartal III tahun 2019 lebih besar 9,98% dari penjualan ekspor di periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara konstribusi pasar ekspor pada triwulan III tahun 2018 mencapai 95,10% dari total penjualan.

“Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan berhasil meningkatkan nilai penjualan ekspor sekaligus meningkatkan pasar baru domestik,” kata Ridwan dalam keterangan resmi yang diperoleh Kontan.co.id, Rabu (30/10).

Pencapaian yang diraih oleh MARK tidak terlepas dari dari keberhasilan perseroan menjaga tingkat efisiensi seraya mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan. Hal ini dilihat dari tercapainya margin laba kotor sebesar 44,18% dengan nilai sebesar Rp 118,04 miliar.

Nilai ini lebih baik dari pencapaian perseroan pada periode yang sama di tahun sebelumnya dengan pencapaian margin laba kotor sebesar 43,61% dengan nilai sebesar Rp104,85 miliar.

Perang Dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China juga memberi berkah bagi industri sarung tangan karet, di mana kenaikan tarif impor yang diberlakukan AS kepada produk China dari 10% menjadi 25% efektif per 1 September 2019.

Mark Dynamics Bukukan Laba Bersih Rp 65,49 Miliar

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), berhasil memperoleh laba bersih pada kuartal III-2019 sebesar Rp 65,49 miliar, atau meningkat sebesar 11,32 persen jika dibandingkan dengan kuartal III tahun 2018 sebesar Rp 58,83 miliar. Peningkatan laba ini sejalan dengan peningkatan penjualan sebesar 11,13 persen menjadi Rp 267,21 miliar.

Presiden Direktur Mark Dynamics, Ridwan Goh, mengatakan, pencapaian yang diraih oleh perseroan tidak terlepas dari dari keberhasilan perseroan menjaga tingkat efisiensi seraya mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan.

“Hal ini dilihat dari tercapainya margin laba kotor sebesar 44,18 persen dengan nilai sebesar Rp 118,04 miliar. Nilai ini lebih baik dari pencapaian perseroan pada periode yang sama di tahun sebelumnya dengan pencapaian margin laba kotor sebesar 43,61 persen dengan nilai sebesar Rp 104,85 miliar,” ujar Ridwan Goh, dalam keterangan pers yang diterima

Ridwan menjelaskan, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok juga memberi berkah bagi industri sarung tangan karet, dimana kenaikan tarif impor yang diberlakukan AS kepada produk Tiongkok dari 10 persen menjadi 25 persen efektif per 1 September 2019.

Hal ini membuat industri sarung tangan karet berpotensi menggeser pasar sarung tangan Vinyl dan Nitrile produksi Tiongkok yang saat ini menguasai 44 persen impor sarung ke AS.

Saat ini, perusahaan pemasok sarung tangan terbesar secara global adalah negara Malaysia dengan 63 persen, diikuti Thailand dengan 18 persen, Tiongkok 10 persen dan kontribusi langsung Indonesia hanya 3 persen.

“Pemasok utama sarung tangan AS akan bergeser dari Tiongkok ke Malaysia sebagai produsen sarung tangan karet terbesar di dunia. Secara tidak langsung hal ini akan menjadi sinyal positif bagi kinerja Perseroan,” kata Ridwan.

Pertumbuhan kinerja operasional yang dicapai perseroan pada kuartal III tahun 2019 berjalan seiring dengan peningkatan kinerja keuangan dimana total aset perseroan meningkat sebesar 36,09 persen menjadi Rp 432,86 miliar per 30 September 2019 dibandingkan dengan Rp 318,08 miliar per 31 Desember 2018.

Aset lancar mengalami peningkatan sebesar 43,53 persen dengan nilai sebesar Rp 232,73 miliar per 30 September 2019 dibandingkan dengan Rp 162,14 miliar per 31 Desember 2018.

Sementara peningkatan aset tidak lancar sebesar 28,35 persen dengan nilai Rp 200,13 miliar per 30 September 2019 jika dibandingkan dengan Rp 155,93 miliar per 31 Desember 2018.

MARK Borong Dua Penghargaan

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berhasil meraih dua penghargaan dari Bisnis Indonesia Award (BIA) dan CSA Award 2019. Presiden Direktur Mark Dynamics, Ridwan Goh, mengatakan penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi yang tinggi dari stakeholders atas kinerja Perseroan yang berada pada posisi yang tumbuh dan terus berkembang.

“Dalam waktu yang hampir bersamaan, kami memperoleh penghargaan sebagai emiten terbaik dari dua lembaga yang prestisius. Ini hasil kerja keras dari seluruh unsur Perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (23/7).

Perseroan merupakan satu dari lima belas emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berhasil menjadi emiten dengan kinerja terbaik dari sektor industri dasar dan kimia dalam ajang tahunan Bisnis Indonesia Award 2019 yang digelar pada tanggal 12 Juli 2019.

Penghargaan kedua diterima pada tanggal 18 Juli 2019, yaitu menjadi salah satu emiten pilihan analis dalam CSA Award 2019. MARK menjadi salah satu dari 42 saham pilihan, yang berada pada kelompok value stock atau kelompok saham pilihan pada rentang harga di bawah 1.000 rupiah per saham.

“Sejalan dengan terlaksananya stock split, saham kami menjadi semakin terjangkau bagi investor. Ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan kinerja kami yang memiliki target pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Ridwan.

MARK Buktikan Kepercayaan “Stakeholders” Tinggi

Kerja keras dan tingkat kepercayaan yang tinggi dari para pemangku kepen­ting­an (stakeholders) PT Mark Dynamics Indonesia Tbk tercermin dari diraihnya peng­hargaan Bisnis Indonesia Award (BIA) dan CSA Award 2019.

Menurut Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh, penghargaan ini merupakan wujud apresiasi yang tinggi dari “stakeholders” atas kinerja Perse­roan yang berada pada posisi yang tumbuh dan terus berkembang.

“Suatu peng­hor­ma­tan bagi kami, dalam waktu yang hampir ber­samaan memperoleh penghargaan sebagai emiten terbaik dari dua lembaga yang presti­sius.

Hal ini meru­pakan hasil dari kerja keras se­luruh unsur Perseroan dalam men­jaga pertum­buhan yang berke­lan­jutan, kata Ridwan di Jakarta, pe­kan lalu.

Perseroan ini meru­pakan satu dari 15 emi­­ten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ber­ha­sil menjadi emi­ten de­ngan kinerja ter­baik dari sektor in­dus­tri da­sar dan kimia da­lam ajang tahunan Bis­nis Indonesia Award 2019, baru-baru ini. Di tahap kua­lifikasi, se­banyak 57 dari total 71 emiten sektor industri dasar dan kimia yang telah melakukan pub­likasi laporan keuang­an hingga 31 Maret 2019 dan memiliki opini WTP, terpilih tujuh perusahaan yang masuk dalam nominasi.

Dan dari ketujuh perusahaan yang masuk dalam nominasi, MARK berhasil unggul dan mengalahkan perusahaan-perusahaan yang cukup kuat tersebut. Pada tahun 2018, Perseroan membukukan penjualan Rp325,47 miliar atau tumbuh 35,73% dibandingkan tahun 2017. Peningkatan juga terjadi pada laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp81,91 miliar, atau sebesar 74,05% diban­dingkan tahun 2017.

Tahun 2019, perseroan menargetkan pen­jualan sebesar Rp366 miliar, dengan laba bersih Rp100 miliar. Hingga triwulan pertama 2019, perseroan telah mencatat penjualan Rp88,06 miliar, tumbuh 12,22% secara tahunan.

Dengan laba tahun berjalan yang dapat dikontribusikan kepada entitas induk Rp23,05 miliar, tumbuh 27,72% secara tahunan. Sementara dari posisi aset hingga 31 Maret 2019, tercatat sebesar Rp379,75 miliar, meningkat 19,39% dari Rp318,08 miliar per 31 Maret 2018.

Penghargaan kedua diterima Perseroan pada 18 Juli lalu, yaitu menjadi salah satu emiten pilihan analis dalam CSA Award 2019. Saham dengan kode MARK menjadi salah satu dari 42 saham pilihan, yang berada pada kelompok kelompok saham pilihan (value stock) pada rentang harga di bawah Rp1.000 per saham.

Menurut Ridwan, apreasiasi dari para analis ini merupakan sinyal positif bahwa saham perseroan me­rupakan salah satu sa­ham terpercaya untuk dijadikan sarana in­vestasi. “Sejalan dengan terlaksananya ‘stock split’, saham kami menjadi semakin terjang­kau bagi investor.

Bagi kami ini me­rupakan kesempatan untuk menun­jukkan kinerja kami yang me­miliki target pertum­buhan yang berke­lanjutan,” ungkap Ridwan. Ridwan menam­bahkan, tidak mudah menjadi saham pilihan analis karena tin­jauan yang dinilai adalah kinerja fundamental.

Mark Dynamics Sukses Sabet Dua Penghargaan

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berhasil meraih dua penghargaan, yaitu Bisnis Indonesia Award (BIA) dan CSA Award 2019. Penghargaan tersebut menunjukkan apresiasi terhadap stakeholders terhadap kinerja perseroan.

Presiden Direktur Mark Dynamics Ridwan Goh mengatakan, penghargaan ini merupakan wujud apresiasi yang tinggi dari stakeholders atas berlanjutnya pertumbuhan kinerja perseroan. “Suatu penghormatan bagi kami, dalam waktu yang hampir bersamaan memperoleh penghargaan sebagai emiten terbaik dari dua lembaga yang prestisius. Hal ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh unsur perseroan dalam menjaga pertumbuhan,” ujarnya melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Selasa (23/7).

Perseroan terpilih sebagai satu dari lima belas emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berhasil menjadi emiten dengan kinerja terbaik dari sektor industri dasar dan kimia dalam ajang tahunan Bisnis Indonesia Award 2019.

Mark Dynamics juga terpilih sebagai satu dari beberapa emiten pilihan analis dalam CSA Award 2019. Saham dengan kode MARK menjadi salah satu dari 42 saham pilihan, yang berada pada kelompok value stock atau kelompok saham pilihan pada rentang harga di bawah Rp 1.000 per saham.

Menurut Ridwan, apreasiasi analis ini merupakan signal positif bahwa saham MARK dipercaya untuk dijadikan sarana investasi. “Sejalan dengan telah dilaksanakannya stock split, saham kami menjadi semakin terjangkau bagi investor. Bagi kami ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan kinerja kami yang memiliki target pertumbuhan yang berkelanjutan,” ungkap Ridwan.

Perseroan mencatat bahwa penjualan Rp 325,47 miliar atau tumbuh 35,73% pada 2018, dibandingkan tahun 2017. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk juga naik hingga 74,05% menjadi Rp 81,91 miliar.

Sedangkan penjualan tahun 2019 ditargetkan sebesar Rp 366 miliar dengan laba bersih Rp 100 miliar. Hingga kuartal I-2019, perseroan telah mencatat penjualan Rp 88,06 miliar, tumbuh 12,22% secara tahunan. Dengan laba tahun berjalan yang dapat dikontribusikan kepada entitas induk Rp 23,05 miliar, tumbuh 27,72% secara tahunan.